Abdul Rohim (46) hanya seorang sopir sebuah kantor. Namun Rohim tergerak untuk membersihkan ranjau paku yang bertebaran di jalanan ibukota dan meresahkan pengendara.
Berangkat dari keprihatinan itu, Rohim yang tinggal di daerah Cengkareng, Jakarta Barat kemudian berinisiatif membersihkan ranjau paku. Dia memulai dari Jalan Daan Mogot sejak tahun 2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulanya, Rohim membersihkan paku dengan cara manual, yaitu mengumpulkan dengan tangan. Namun kini ia telah beralih memakai magnet untuk mengumpulkan paku-paku di jalanan.
Rohim setiap pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, mulai berpatroli sambil mengantarkan anaknya sekolah dan juga berangkat ke tempat kerja. Sasaran patrolinya tidak hanya Jakbar saja, namun juga merambah Jakarta Pusat.
Daerah seperti Roxy, Cideng, Wahid Hasyim, Medan Merdeka hingga Senen merupakan tempat sehari-hari Rohim berpatroli. Tidak hanya pagi, bahkan malam hari hingga tengah malam juga dia berpatroli membersihkan paku.
"Pagi minimal dapat 1-2 kilo gram paku. Malam, 3-4 kilogram. Pernah satu hari dapat 7 kilogram," ujarnya.
Rohim tidak sendiri, aksinya kemudian diikuti oleh orang lain yang akhirnya tergabung dalam Komunitas Sapu Bersih Ranjau Paku atau Saber. Sedikitnya ada 30 anggota yang tersebar di beberapa wilayah di Jabodetabek.
"Dari laka (kecelakaan), oknum yang tak senang, bahkan beberapa kali alat saya direbut, sering, bahkan sengaja mau ditabrak pakai kendaraan lain, kalau malam kan sendiri. Mungkin ada 7 kali saya sengaja ditabrak orang, diancam," kata Rohim menceritakan tantangan yang dialaminya.
Namun Rohim tak patah arang. Dia tetap membersihkan paku dari jalanan. Sebab dia percaya bahwa berbuat baik akan selalu berbuah kebaikan.
"Saya nggak akan pernah lelah menebar kebaikan. Setiap pekerjaan pasti ada hambatannya, tapi selalu ada jalan keluarnya," ujar Rohim Yakin.
Selain Rohim, Marzuki 'Kill the DJ' Mohamad yang merupakan seorang penyanyi rap juga memiliki kisah inspratif sendiri. Selain aktif bernyanyi, rapper yang dikenal acap membawakan nada dan bahasa Jawa dalam musiknya itu ternyata juga memperdayakan petani-petani pemuda di desanya, yaitu Desa Kokosan, Prambanan, Jawa Tengah.
"Jaman sekarang itu, tangan kanan berbuat baik, tangan kiri selfie. Bukan untuk pamer, tapi agar bisa menginspirasi orang lain dan membawa virus kebaikan," ujar penyanyi yang sempat mengeluarkan single 'Cicak Nguntal Boyo' saat hiruk-pikuk KPK vs Polri dalam Cicak vs Buaya beberapa tahun silam itu.
Aksi Rohim dan Marzuki diapresiasi oleh Danone Aqua. Selain keduanya, Aqua juga mengapresiasi kepada musisi dan aktivis Melanie Subono dan Rahmat Danu Andika dari Indonesia Mengajar. Mereka bergabung untuk mengampanyekan aksi kebaikan dalam gerakan 'Inisiatif Bagaikan Air' yang diprakarsai Aqua.
"Kami meluncurkan ini karena setiap pilihan yang Danone Aqua lakukan selama ini selalu mengacu pada kebaikan hidup. Hal ini lah yang melatarbelakangi pemilihan nama Inisiatif Bagikan Air, sesuai dengan filosifi air," kata Brand Director Danone Aqua Febby Intan.
Febby menjelaskan, kampanye ini akan dilanjutkan dengan menebar inspirasi dan mengajak masyarakat luas untuk berbuat kebaikan. Dengan memanfaatkan sosial media, masyarakat diajak berbuat kebaikan dengan tanda pagar atau hastaq #AkuAkan.
"Air itu murni, tenang lembut, fleksibel, identik dengan kebaikan. Air selalu menemukan jalannya, begitu pula dengan kebaikan. Air adalah kehidupan, air adalah kebaikan. Dengan berbuat baik tentu akan menjadikan Indonesia lebih baik," tandasnya.
(idh/faj)











































