DetikNews
Selasa 18 Agustus 2015, 15:50 WIB

BMW Gugat Merek 'Motorrad' Milik Pengusaha Lokal

Rivki - detikNews
BMW Gugat Merek Motorrad Milik Pengusaha Lokal Foto: rahman
Jakarta - Produsen otomotif asal Jerman BMW menggugat merek Motorrad milik Gratiano Deru. Gugatan dilayangkan karena keberadaan merek Motorrad milik pengusaha lokal membuat BMW kesulitan dalam pemasaran.

Atas gugatan itu, kuasa hukum Deru menyebut gugatan tersebut kabur dan tidak tepat. Menurutnya, merek Motorrad miliknya tidak menggangu perusahaan BMW yang mau mengeluarkan varian motornya.

"Bahwa gugatan penggugat tidak jelas dan kabur, di dalam poin ringkasan penggugat menyatakan bahwa BMW Motorrad merupakan merek milik dari BMW/AG, namun hingga saat ini untuk produksi motor itu lebih dikenal dengan kata BMW, sehingga Motorrad bukanlah merek terkenal hanya BMW yang merupakan BMW/AG," ujar kuasa hukum Motorrad, Sandy Suresno, dalam sidang gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Gadjah Mada, Selasa (18/8/2015).

Dalam sidang yang dipimpin hakim Marulak Purba, tergugat juga menegaskan pihaknya sudah mendaftarkan merek Motorrad pada tahun 2003. Oleh karena itu, tergugat yakin miliknya adalah sah dan sudah terdaftar di Dirjen HAKI Kemenkum HAM.

"Bahwa dari tahun 2003, sejak merek Motorrad didaftarkan hingga tahun 2012, diperpanjang kembali oleh penggugat tidak ada keberatan atau sanggahan dari tergugat mengenai pendaftaran merek oleh tergugat," ucapnya.

Sedangkan dalam gugatannya, BMW menyatakan merek Motorrad yang didaftarkan Deru merupakan hal yang merugikan. Alasannya, karena telah didaftarkan merek Motorrad, BMW tidak bisa memasarkan motornya di Indonesia.

Menurut pihak BMW,  tergugat justru ingin mencegah dealer yang sah BMW untuk menggunakan kata Motorrad untuk mempromosikan produknya.

Dengan demikian, menurut produsen mobil asal Jerman itu, tergugat telah menunjukkan itikad tidak baiknya dengan meniru mereknya dengan mengambil bagian substansial.

Perkara dengan No 37/Pdt.Sus/Merek/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst itu akan dilanjutkan 8 September dengan agenda replik dari penggugat.

"Sidang dilanjutkan 8 September dengan agenda replik," ujar hakim Marulak saat menutup sidang.
(rvk/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed