"Rezeki orang diambil, ya marah. Makanya saya bilang PTSP mesti kuat nih. Jadi di Jakarta jangan cuma baik, tahu nggak. Kalau cuma baik saja nggak cukup, kamu harus berani. Kalau ini (PTSP) kan ada otak, tambah otot hebat. Kalau saya kan cuma otot doang," ujar Ahok di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015).
Ahok pun menganggap PTSP gagal melayani warga Ibu Kota apabila masih banyak mendapat keluhan. Terlebih melihat warga dioper seperti bola pingpong.
"Kalau kamu datang, nggak puas, kamu bisa langsung mengeluh, melaporkan. Patokan saya sederhana. Kalau masih ada yang mengeluh, PTSP dipingpong-pingpong berarti PTSP gagal," sambungnya.
Dia berharap dalam waktu dekat PTSP bisa mendata makam secara online. Hal ini untuk memudahkan administrasi.
"Soal makam, dia belum online. Dia masih syaratnya kirim. Tapi per hari ini online. Saya langsung cek. Ada orang tua temen saya meninggal, bulan puasa, udah masuk belum? Belum masuk. Berarti dia nggak online," terang Ahok.
"Nah maunya saya kan begitu orang habis dikubur, masukin (data ke) administrasi dan dia langsung masuk (online). Sehingga seluruh jaringan PTSP kita sudah punya datanya. Ini kan belum," lanjutnya.
Permintaan Ahok itu pun langsung disanggupi oleh Kepala BPTSP Edy Junaedi. Dia mengusahakan pencatatan data bisa terealisasi pada September tahun ini. (aws/aan)











































