Saran Eks Stafsus Seskab bagi Politikus Indonesia

Saran Eks Stafsus Seskab bagi Politikus Indonesia

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 18 Agu 2015 13:02 WIB
Saran Eks Stafsus Seskab bagi Politikus Indonesia
Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia
Jakarta - Bagi mantan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan tiga bekas staf khususnya, baru di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) inilah mereka bersentuhan langsung dengan politik. Andi dan tiga stafsusnya yakni Makmur Keliat, Alexander Lay dan Jaleswari Pramodhawardani selama ini banyak dikenal sebagai akademisi.

Awal persinggungan mereka dengan dunia politik bermula ketika Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada awal 2014 lalu membentuk Tim 11. Tim ini bertugas menyiapkan Jokowi sebagai calon presiden.

Setelah Jokowi terpilih, Andi didapuk menjadi Sekretaris Kabinet. Tiga dari anggota Tim 11 pun diangkat menjadi staf khusus Seskab. Di lingkungan Seskab mereka pun bersentuhan dengan politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun mereka hanya bertahan sepuluh bulan di Istana. Presiden Jokowi memutuskan mencopot Andi Widjajanto dari jabatan Sekretaris Kabinet. Tiga stafsus Andi pun memilih mundur.

Salah satu mantan stafsus Andi Widjajanto, Jaleswari Pramodhawardani menuturkan kesannya selama delapan bulan bersentuhan langsung dengan dunia politik.

Perempuan yang akrab disapa Dhani itu mengatakan, jika semua sepakat bahwa politik itu adalah menghantarkan bangsa pada tujuan yang baik, maka kerjasama berbagai pihak dengan melibatkan birokrasi pemerintahan adalah sebuah keniscayaan.

"Karena di sanalah kita punya mesin birokrasi untuk mencapai tujuan bersama yang baik itu. Jika selama ini stigmatisasi kerap dilekatkan dalam mesin birokrasi pemerintah yang lamban dan tidak efektif, maka kita perlu sering berkawan dan berdiskusi dengan kawan-kawan birokrat ini," ujarnya.

Menurut Dhani banyak orang-orang baik di lingkungan birokrasi. Mereka juga ingin memperjuangkan tujuan yang baik sama dengan yang diperjuangkan oleh para politisi.Β  "Cuma cara dan ruang perjuangannya berbeda-beda," kata dia.

Sudah saatnya, kata Dhani, para akademisi, pegiat lembaga swadaya masyarakat, praktisi harus melakukan kerja-kerja politik untuk membantu yang di dalam pemerintahan.

"Bukan kerja politik formal yang dibayangkan selama ini, tapi kerja-kerja politik yang sifatnya voluntarisme yang membantu mengawal, mengevaluasi dan memberikan pertimbangan akademik strategis untuk solusi persoalannya," kata Dhani.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads