"Tugas pokok rescuer, evakuasi korban secepatnya. Sebagian lagi akan bertugas mencari black box entah itu flight data recorder (FDR) atau cockpit voice recorder (CVR)," kata Soelistyo dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Jayapura, Selasa (18/8/2015) pagi.
Di lokasi juga hadir Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Kapolda Papua Paulus Waterpauw, Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, Ketua KNKT Tatang Kurniadi, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Herry Dosinaen, Kepala SAR Jayapura Ludiyanto, Pihak Trigana Air, pihak Lanud Sentani, Kemenhub, TNI, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, jelas Soelisyo, baru ada 4 orang tim SAR yang berhasil sampai ke lokasi puing pesawat Trigana Air di pedalaman hutan di Distrik Okbape, Pegunungan Bintang, Papua. Tim darat dan bantuan tim udara masih bergerak ke lokasi.
Tim darat menurut Soelistyo cukup sulit mencapai lokasi puing Trigana Air. Sejak semalam tim sudah berjarak sekitar 4 km lagi dari lokasi. Pagi tadi tim SAR yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, dan masyarakat yang hapal wilayah tersebut sudah bergerak.
"Dalam seribu meter, mereka (tim SAR darat) butuh 1 jam. Dengan jarak 4 km, paling cepat antara 4-5 jam sampai di sasaran," imbuh Soelistyo. Dia juga berharap cuaca di lokasi penemuan puing bersahabat agar memudahkan pencarian.
(bar/imk)











































