"Puing sudah ditemukan penduduk setempat sesuai koordinat yang dilaporkan dan sudah dicek kebenarannya oleh Dirops Trigana," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kepada detikcom, Selasa (18/8/2015).
Saat ini, tim SAR belum mencapai ke lokasi karena cuaca buruk. Pesawat pencari juga belum terbang. Unsur gabungan SAR saat ini lengkap yang terdiri dari Trigana, Susi Air, AMA, Freeport, TNI AU/AD/AL, Polri, Basarnas, Kemenhub dan Pemda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kapolda Papua, Brigjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan, setelah tim SAR udara menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air sekitar pukul 08.50 WIT oleh Pilot AMA, kemudian Tim SAR yang dikoordinir Basarnas menggerakkan personil gabungan bersama masyarakat menuju lokasi melalui jalan darat. Namun karena kondisi cuaca yang buruk, Tim SAR tidak bisa mencapai lokasi. Sementara masyarakat setempat terus menuju lokasi dan sebelum tiba di lokasi jatuhnya pesawat mereka menemukan serpihan pesawat, lalu menyerahkan kepada anggota Polres Pengunungan Bintang yang ikut bersama masyarakat.
"Ya benar warga setempat sudah menemukan serpihan pesawat jauh dari lokasi titik jatuhnya pesawat. Tadi sekitar pukul 16.15 WIT, masyarakat Kampung Oksob menemukan dua potong serpihan, lalu menyerahkan kepada pos terdepan," kata Kapolda Papua Paulus Waterpauw kepada detikcom Senin (17/8/2015) malam.
Dari informasi yang diterima, anggota polisi atas nama Briptu Rino bersama 8 orang masyarakat setempat sudah membawa serpihak pesawat tersebut ke Mapolres Pengunungan Bintang. Namun Kapolda Papua sendiri belum mendapat foto bentuk serpihan yang sudah didapat warga tersebut.
(imk/bal)











































