"Tim udara masih menunggu cuaca. Cuaca masih belum baik," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Pnb FHB Soelistyo saat dihubungi pada Selasa (18/8/2015) pukul 05.00 WIB atau 07.00 WIT.
Sebelumnya, Basarnas menggerakkan 11 pesawat untuk membantu evakuasi korban Trigana tersebut yakni 3 pesawat Trigana, 2 Pesawat AMA, 1 Pesawat Susi Air, 2 Heli milik TNI-AD, 1 Heli Freeport, serta 2 Hercules milik TNI-AU. Soelistyo menyebut tidak ada perubahan dari jumlah pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuaca di sekitar Kabupaten Pegunungan Bintang saat ini berkabut. Dalam kondisi tersebut, jarak pandang di darat hanya sebatas 1 meter.
Sementara itu, tim SAR jalur darat sudah bergerak sejak pukul 05.30 WIT dari tempat mereka bermalam di tengah hutan ketika pencarian dihentikan. Tim yang berjalan kaki juga menempuh medan yang berat.
"Barusan dilaporkan, medannya berat. Sehingga butuh waktu 4-5 jam untuk mencapai lokasi," ucap Soelistyo.
Sejak Senin (17/8),Β Basarnas bersama aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri telah menerjunkan 266 orang untuk mencari keberadaan Trigana Air. Puing pesawat tersebut kemudian terlihat dari udara di titik koordinat 04 derajat 49 menit 289 LS, 140 derajat 29 menit 953 BT di ketinggian 8500 feet dan jarak 7 knot mile dari landasan Oksibil.
Pesawat Trigana Air IL 257 membawa 54 penumpang. Selain itu, ada pula uang tunai sebanyak Rp 6,5 miliar yang merupakan dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS). (imk/bal)










































