"Empat orang pegawai Pos tengah melaksanakan perjalanan dinas menuju ke Kabupaten Pegunungan Bintang, menggunakan maskapai penerbangan Trigana Air yang diduga mengalami musibah. Keempatnya adalah pegawai PT Pos asal Papua," terang Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia, Amrizal dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2015).
PT Pos sendiri telah memberitahukan kepada keluarga masing-masing bahwa anggota keluarganya berada di dalam pesawat tersebut. Mereka ditugaskan untuk menyalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) untuk masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang pada 17 Agustus 2015 setelah upacara peringatan kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amrizal mengatakan dana PSKS tersebut telah diasuransikan karena PT Pos telah memberlakukan asuransi cash in transit. "Apabila sudah terkonfirmasi bahwa dana PSKS turut hilang dalam musibah ini, maka pihak asuransi akan memberikan penggantian. Jadi untuk masalah dana PSKS tidak ada masalah," tegasnya.
Untuk pembayaran ke masyarakat penerima PSKS, menurut Amrizal akan secepatnya dikomunikasikan dengan pihak Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang untuk penjadwalan ulang agar masyarakat dapat menerima haknya sesegera mungkin.
Sementara itu Plt. Dirut PT Pos Indonesia, Poernomo mengatakan pihaknya telah mendampingi keluarga keempat pegawai PT Pos dan terus menjalin komunikasi dengan otoritas yang berwenang termasuk maskapai Trigana Air untuk mendapatkan informasi terkini terkait nasib keempat orang pegawai PT Pos.
"Fokus kami sekarang adalah keselamatan karyawan dan kami masih terus mengikuti perkembangannya," ungkap Poernomo.
Poernomo yang saat ini masih berada di Sebatik usai peringatan HUT RI ke-70 akan segera berangkat ke Papua untuk menemui dan memberikan dukungan moril kepada keluarga karyawan PT Pos.
"Kami semua berdoa dan berharap agar semua penumpang selamat, termasuk empat orang pegawai Pos yang merupakan keluarga besar kami," ucapnya.
(bal/imk)











































