Istana Tunggu Konfirmasi KNKT Soal Rp 6,5 M Jadi Korban Trigana

Istana Tunggu Konfirmasi KNKT Soal Rp 6,5 M Jadi Korban Trigana

Moksa Hutasoit - detikNews
Senin, 17 Agu 2015 19:31 WIB
Istana Tunggu Konfirmasi KNKT Soal Rp 6,5 M Jadi Korban Trigana
Foto: Ikhwanul Khabibi
Jakarta - Uang Rp 6,5 miliar yang merupakan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) ikut menjadi korban dari jatuhnya pesawat Trigana Air. Namun pihak istana belum mau mengomentari perihal uang tersebut sebelum ada hasil resmi dari KNKT.

"Oo itu kita belum tahu, kita belum terkonfirmasi, nunggu KNKT," kata anggota tim komunikasi presiden, Teten Masduki di Istana Merdeka, Senin (17/8/2015).

Sekitar 6.000 warga miskin di Kabupaten Pegunungan Bintang tertunda menerima dana PSKS (Program Simpanan Keluarga Sejahtera). Hal ini karena uang Uang Rp 6,5 miliar yang hendak dibagikan kepada mereka turut menjadi korban jatuhnya pesawat Trigana Air bersama empat petugas Kantor Pos Jayapura yang mengawalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat Trigana jatuh di Okbape, kampung yang berada di antara Distrik Oksob dan Distrik Seram di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (16/8). Keempat pegawai kantor pos tersebut adalah Yustinus Hurulean, MN Aragay, Agustinus Luarmase dan Teguh Warisman Sani.

Kepala Kantor Pos Jayapura, Haryono, kepada wartawan di Base Ops Lanud Jayapura di Sentani, menyebut uang Rp 6,5 miliar tersebut adalah dana dari Menteri Sosial yang akan dibagikan kepada 6.000 warga miskin di Kabupaten Pegunungan Bintang yang tersebar di 8 distrik.

"Empat orang juru bayar dari Kantor Pos Jayapura ikut dalam penerbangan Trigana air Service, rencananya mereka akan membagikan dana PSKS kepada 6.000 warga yang menjadi keluarga sasaran, satu keluarga menerima Rp 600.000," terang Haryono.

Dana tersebut rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pegunungan Bintang Wellinton Wenda pada saat upacara peringatan Proklamasi 17 Agustus 2015 di Oksibil. (mok/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads