Desakan itu disampaikan saat pertemuan dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya Pnb Soelistiyo dampingi Sekda Provinsi Papua Heri Dosinaen, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Albert Rudolf Rodja, Kasdam 17 Cenderawasih Brijen TNI Tatang Sulaeman, Direktur Operasional Trigana Air Beny Sumariyanto, dan Kepala SAR Jayapura Ludiyanto.
Salah satu ibu dari keluarga N. Aragae pegawai kantor Pos Jayapura yang ikut dalam penumpang Trigana Air, mengemukakan pihaknya sangat membutuhkan informasi tentang pencarian pesawat yang membawa total 54 penumpang itu. Keluarga berharap pihak Basarnas bisa memberikan informasi setiap jam.
Hal senada disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe. Dia menginstruksikan kepad Tim SAR untuk melakukan penanganan secepat mungkin atas musibah pesawat Trigana ATR 42 PK YRN dengan nomor penerbangan IL-257 yang jatuh di Oksibil, Minggu (16/8).
"Gubernur Papua tadi malam dalam pertemuan dengan Forkompimda telah menginstruksikan agar pencarian korban jatuhnya pesawat dipercepat," kata Sekda Provinsi Papua, Heri Dosinaen saat mendampingi Kabasarnas Marsekal Madya Pnb Sulistiyo bertemu keluarga korban di Posko Bandara Sentani Jayapura, Senin (17/8/2015).
"Kita berharap masih ada kehidupan dalam musibah ini," imbuhnya.
Sementara Kabasarnas Marsekal Madya Pnb Sulistiyo menyampaikan, bahwa lokasi jatuhnya pesawat Trigana sudah ditemukan 98 persen, hanya saja Tim SAR belum bisa menjangkau lokasi akibat cuaca buruk dengan hujan lebat menyebabkan jarak pandang hanya 1 meter.
Sulistiyo menjelaskan, langkah-langkah yang sudah dilakukan Basarnas dan Tim yang dibantu masyarakat setempat didorong menuju lokasi melalui jalan darat. Namun karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat, sehingga pesawat milik Freeport yang sudah ada di Oksibil tidak bisa kelokasi.
Tim SAR lalu digerakkan melalui jalan, hingga sore tadi Tim SAR yang jalan darat sudah mendekati titik jatuhnya pesawat, namun karena hujan lebat sehingga mereka juga kesulitan mencapai lokasi.
"Saya sendiri menginginkan evakuasi dapat segera dilaksanakan, tetapi Tim SAR juga manusia yang punya keterbatasan, dengan kondisi medan lokasi yang sangat sulit dan cuaca yang ektrim membuat tim juga kewalahan," kata Soelistiyo.
"Saya berharap kepada keluarga korban agar mendukung dalam Doa, sehingga diberikan cuaca yang baik dan Tim SAR bisa segera mencapai lokasi dan melakukan evakuasi," imbuhnya.
(bal/bal)











































