Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dan Sikap Hormat JK

Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dan Sikap Hormat JK

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 17 Agu 2015 16:16 WIB
Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dan Sikap Hormat JK
Foto: Dok. CNN Indonesia
Jakarta - Setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia selalu memperingati hari kemerdekaan. Pusat dari peringatan tersebut adalah upacara yang dilaksanakan di Istana Merdeka dengan Presiden RI yang langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, upacara peringatan detik-detik Proklamasi kemerdekaan dilakukan pukul 10.00 WIB di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Pada hari ini, Senin (17/8/2015) pun sekilas tak tampak adanya perbedaan dalam prosesi upacara.

Prosesi diawali dengan tembakan meriam sebanyak 17 kali ke udara yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan. Kali ini Ketua DPR Setya Novanto yang berkesempatan membacakan naskah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung Pambudhy


Setelah itu mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Presiden Jokowi selaku Inspektur Upacara untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan hingga mempertahankan kemerdekaan. Kemudian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memimpin pembacaan doa.

Tiba saatnya Pakibraka nan gagah mengibarkan Sang Merah Putih. Dengan membentuk formasi sedemikian rupa, Paskibraka selalu mencuri perhatian setiap upacara pengibaran bendera merah putih ketika peringatan kemerdekaan.

Semua yang hadir di Istana Merdeka langsung mengikuti aba-aba untuk penghormatan kepada bendera Sang Merah Putih dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana amat khidmad ketika prosesi tersebut dilaksanakan.

Agung Pambudhy


Namun pada saat penghormatan tersebut rupanya Wakil Presiden Jusuf Kalla tampak tak bersikap hormat berdasar Peraturan Penghormatan Militer. JK bersikap sempurna dengan berdiri tegak dan mengepalkan tangan di samping paha, segaris dengan kaki. Sikap hormat ini belakangan memicu komentar di media sosial, namun Istana Wapres segera mengklarifikais bahwa sikap hormat JK telah sesuai PP Nomor 40 Tahun 1958 Pasal 20 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. (Baca juga: Sikap Hormat JK Kepada Bendera Disoal, Ini Penjelasan Istana Wapres).

Setelah bendera berkibar di atas tiang, semua tetap berdiri hingga dipersilakan duduk. Selanjutnya adalah manuver dari pesawat tempur TNI AU.

"Pertama, kalau kita lihat dalam upacara tadi, menurut saya momen ini dari tahun ke tahun mempunyai banyak kesamaan. Tetapi tadi  sebelum acara dimulai, Presiden memberikan arahan agar prosesi peringatan kemerdekaan itu bukan dipersiapkan 3 atau 4 bulan sebelum acara, tapi dipersiapkan dari saat ini. Sehingga beliau memberi arahan untuk kita segera bentuk panitiannya. Dan acara kemerdekaan ini mungkin tahun depan akan beda dengan tahun sekarang," ungkap Seskab Pramono Anung usai upacara.

Salah satu yang berbeda pada upacara tahun ini adalah dengan diundangnya ribuan perwakilan masyarakat untuk mengikuti upacara. Bahkan suku Badui Dalam juga hadir dan mengakui bahwa ini adalah kali pertama suku mereka menginjakan kaki di Istana Merdeka.

(bpn/nrl)


Berita Terkait