Berawal dari rasa miris melihat sejumlah orang di jalanan yang sulit mendapatkan makanan, komunitas ini pun akhirnya tergerak. Beberapa anggota komunitas, ada yang kerap melihat gelandangan, dan orang miskin kota yang kelaparan. Niat baik pun muncul untuk melakukan sebuah gerakan.
Akhirnya sekitar 2,5 tahun lalu, komunitas Berbagi Nasi berdiri. Kelompok tersebut bergerak membagi-bagikan nasi bungkus setiap Sabtu malam, di beberapa sudut kota Makassar, yang dikumpulkan dari dana para dermawan di kota Angin Mammiri ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain rutin setiap akhir pekan, komunitas berbagi nasi juga tanggap ketika terjadi musibah kebakaran atau peristiwa banjir yang terjadi di Makassar.
Dalam komunitas ini, tidak ada ketua maupun keanggotaan secara resmi, seperti di komunitas lainnya. Setiap ada kegiatan mereka akan berembug memilih koordinator yang bertanggungjawab pada kegiatan yang akan mereka laksanakan. Di komunitas ini, siapa pun bisa terlibat.
"Aksi berbagi nasi merupakan bentuk kepedulian pada sesama, juga sebagai tanda syukur pada Sang Pencipta, meskipun apa yang kami lakukan tidak langsung mengubah kehidupan seseorang," ujar Adrian yang berprofesi sebagai Dosen di Stikes Nani Hasanuddin ini.
Aksi ini dilakukan karena beberapa anggota berbagai nasi kerap melihat sebagian orang yang sulit mendapatkan makanan. Terutama para gelandangan dan mereka yang membutuhkan.
Adrian menambahkan, komunitasnya siap menerima sumbangan dari perseorangan maupun dari perusahaan tertentu yang tulus dan ikhlas untuk membagi-bagikan nasi bungkus pada yang membutuhkannya.
Setiap beraksi, mereka saling berkoordinasi menggunakan media sosial seperti lewat BBM, Twitter atau WhatsApp. Selain itu, mereka juga rutin mempublikasikan laporan keuangan dari para donatur dan pemanfaatan dananya, melalui website Berbaginasimakassar.com dan akun twitter @berbaginasimks.
"Kami menerima siapa pun yang mau menyumbangkan dananya, terkecuali bila mereka menyumbang untuk motif politik, kami akan filter agar tidak ada atribut politik yang melekat atau disalahgunakan untuk kepentingan tertentu," pungkas Adrian.
Dalam momen HUT Proklamasi ke-70 RI tahun ini, Komunitas Berbagi Nasi Makassar akan menggelar ProklaNasi, yakni ajang merayakan kemerdekaan dengan berbagi nasi pada pihak-pihak yang membutuhkannya. Kebaikan yang patut ditiru. (mad/)











































