"Pagi ini di satelit terpantau masih ada sedikit gangguan karena awan-awan yang cukup signifikan. Ada sebagian kecil kumulus tapi yang paling dominan di daerah tersebut itu awan-awan yang cukup tebal, ada sebagian kecil kumulonimbus," ujar Oky Surendra, prakirawan Balai Besar Wilayah V Jayapura saat dihubungi pukul 04.15 WIB, Senin (17/8/2015).
Awan kumulus menurut Oky bisa mengganggu pengamatan secara visual. "Bisa terkendala visualnya, mengganggu buat penerbangan untuk melihat kondisi di bawah. Siang nanti diprakirakan cuaca membaik," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim SAR gabungan sedang melakukan persiapan pencarian dan evakuasi pesawat Trigana Air yang mengangkut 49 penumpang dan 5 orang kru. Pergerakan tim akan dimulai dari udara.
"Kami akan memastikan terlebih dahulu apakah laporan dari warga tersebut benar atau tidak. Kami rencanakan 1 tim udara bergerak terlebih dahulu," ujar Kepala Badan SAR Jayapura, sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) untuk evakuasi Pesawat Trigana Air, Ludiyanto saat dihubungi detikcom.
Tim udara yang akan bergerak merupakan gabungan dari TNI AU, TNI AD, Trigana Air dan Freeport. Mereka akan bergerak pagi ini menuju ke wilayah Kamp 3 untuk memastikan ada atau tidaknya pesawat Trigana Air di lokasi tersebut.
"Nanti Tim SAR darat akan bergerak setelah kita mendapatkan hasil dari tim udara," ujarnya.
(fdn/fdn)











































