"Kami akan memastikan terlebih dahulu apakah laporan dari warga tersebut benar atau tidak. Kami rencanakan 1 tim udara bergerak terlebih dahulu," ujar Kepala Badan SAR Jayapura, sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) untuk evakuasi Pesawat Trigana Air, Ludiyanto saat dihubungi detikcom pukul 04.00 WIB, Senin (17/8/2015).
Tim udara yang akan bergerak merupakan gabungan dari TNI AU, TNI AD, Trigana Air dan Freeport. Mereka akan bergerak pagi ini menuju ke wilayah Kamp 3 untuk memastikan ada atau tidaknya pesawat Trigana Air di lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim udara sendiri saat ini masih belum seluruhnya tiba di Jayapura. Dijadwalkan tim akan tiba pukul 07.50 WIT, kemudian melanjutkan penerbangan menuju Oksibil. Jarak antara Jayapura menuju Oksibil adalah 135 mil.
Setelah tim udara mendapatkan hasil, mereka akan melaporkan ke SMC lalu dikoordinasikan kembali rencana pergerakan selanjutnya. Tim harus benar-benar cermat mengatur setiap pergerakan mengingat kondisi medan di Oksibil menuju ke Kamp 3 sangat terjal dan curam. Perjalanan normal saja dibutuhkan waktu 3 hari untuk melintasi area ekstrem tersebut.
Namun demikian, saat ini tim SAR darat telah melakukan persiapan pencarian dan evakuasi. Mereka membawa peralatan khusus mountaineering dan evakuasi di medan sulit.
"Setiap tim darat berjumlah sekitar 50 orang. Kami ada 4 tim dari berbagai unsur yang berbeda," kata Ludiyanto.
Berbagai unsur yang bergabung dalam pencarian dan evakuasi tersebut adalah dari pihak Polres Kabupaten Pegunungan Bintang, Koramil, pengamanan perbatasan, tim kesehatan, Satpol PP hingga tim masyarakat umum. "Ada sekitar 8-10 unsur yang bergabung," ujarnya.
(khf/fdn)











































