"Kita meyakini penilaian terhadap sejumlah indikator ekonomi Indonesia yang dicurigai berdampak permasalahan resesi ekonomi yang banyak diamati para pengamat ekonomi tidak akan terjadi," ujar Willem Wandik, Minggu (16/8/2015).
Keyakinan ini didasari pada indikator ekonomi yang berbeda dengan tahun 1997-1998 "Kekuatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebelum terjadinya krisis 1998 sangatlah kecil yakni hanya mencapai (+-) 200 miliar USD," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan berkontribusi pada peningkatan volume PDB Indonesia sebesar 256 miliar USD menjelang akhir periode 2004," paparnya
Sedangkan pada masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menurutnya berhasil meletakkan pondasi perekonomian Indonesia ke arah perbaikan yang sangat progresif.
"Masa kepemimpinan SBY adanya nilai pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai masa keemasannya di Tahun 2012 dengan total DPB mencapai 917 Miliar USD," kata anggota DPR Komisi V ini
Karena itu Willem melihat secara bertahap adanya peningkatan dan perbaikan perekonomian nasional yang turut memperkuat fundamental perekonomian Indonesia selama kurun 10 tahun selama dipimpin SBY.
"Sepuluh tahun Pak SBY memimpin bangsa rekor pemulihan ekonomi Indonesia secara nyata memperkokoh fundamental perekonomian ditanah air. Tentunya kondisi yang baik ini juga diwariskan kepada pemerintahan Presiden Jokowi saat ini," sambungnya.
Willem berharap Presiden Jokowi secara konsisten merealisasikan memperkuat perekonomian Indonesia. "Presiden Jokowi diharapkan membuktikan janji politiknya dengan bekerja untuk rakyat dengan tekad baik membangun Indonesia," ujar Ketua Departemen Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen Partai Demokrat ini. (fdn/fdn)










































