"Kami akan mulai menerapkan program ini pada hari Senin 24 Agustus 2015, tepat 7 hari setelah HUT ke-70 RI. Tetapi mungkin belum di seluruh koridor untuk mengkaji risiko pengurangan daya angkut bagi pengguna TransJakarta," terang Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih melalui siaran persnya, Minggu (16/8/2015) malam.
Sebelum diberlakukannya sistem tersebut, PT TransJakarta terlebih dulu melakukan simulasi dan perhitungan kapasitas angkut bus TransJ untuk mengangkut pemegang KJP pada 18-21 Agustus. Sebab pihaknya perlu menyusun sistem agar program tersebut bisa dilakukan di seluruh koridor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sementara waktu, proses pelaksanaan tapping KJP masih dilakukan secara manual oleh petugas halte busway. Sejumlah kriteria yang harus diperhatikan antara lain:
1. Pelajar harus memiliki KJP dan Kartu Pelakar yang sesuai dengan nama dengan KJP tersebut
2. Pelajar harus mengenakan seragam sekolahnya
3. Kami hanya akan menyediakan layanan gratis bagi para pelajar pemegang KJP pada jam berangkat dan pulang sekolah
Meski demikian, Kosasih berharap ke depannya bisa bekerjasama juga dengan Bank DKI selaku bank penerbit KJP agar para pelajar pemegang KJP bisa tapping secara elektronik di halte busway. Untuk melaksanakan itu, perlu jenis kartu combo yang membutuhkan sistem dan jaringan teknologi baru yang tengah dibangun oleh Bank DKI saat ini.
"Secara teknologi kami siap melakukan hal ini. Kami juga bertekad menambah daya angkut kami untuk meningkatkan layanan kami yang akan semakin dibutuhkan jika program bus gratis bagi pelajar pemegang KJP ini dijalankan," kata Kosasih. (aws/fdn)











































