Kodam Siapkan Heli Tim Pencarian Trigana Air yang Diduga Tabrak Gunung

Kodam Siapkan Heli Tim Pencarian Trigana Air yang Diduga Tabrak Gunung

Wilpret Siagian - detikNews
Minggu, 16 Agu 2015 23:21 WIB
Kodam Siapkan Heli Tim Pencarian Trigana Air yang Diduga Tabrak Gunung
Foto: Google Earth
Jayapura - Kodam menyiapkan helikopter untuk mengevakuasi korban pesawat Trigana Air yang jatuh di Pengunungan Bintang, Papua. Kepala Penerangan Kodam 17 Cenderawasih, Letkol Inf Teguh Puji Raharjo mengatakan, informasi terakhir dari Dandim 1702 Letkol Inf Aidi, pesawat Trigana yang hilang kontak sudah ditemukan di Kamp 3, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Informasi ini diperoleh dari masyarakat bahwa pesawat telah menabrak Gunung Tangok Pengunungan Bintang," kata Teguh, Minggu (16/8/2015) malam.

Saat ini tim evakuasi gabungan antara Tim SAR, Kodim dan Pos TNI Oksibil serta Polres sedang menuju TKP. "Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan pada kesempatan pertama memerintahkan Danrem 172/PWY Kolonel Inf Sugiono untuk segera mengirimkan heli membantu mengevakuasi para korban pesawat Trigana Air Service," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heli Kodam yang disiapkan berupa Heli MI17, Bolcow maupun jenis Heli Bell yang akan melaksanakan evakuasi secara cepat ke lokasi perkiraan jatuhnya pesawat pada besok pagi. Sebab kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melaksanakan penerbangan pada malam hari.
Β 
"Saat ini Danrem 172/PWY Kolonel Inf Sugiono telah mengkoordir tim pencarian untuk melaksanakan penyisiran melalui udara dari Jayapura pada esok hari bersama-sama dengan tim dari Basarnas," katanya.
Β 
Tim yang dipersiapkan diperlengkapi dengan peralatan medis dan peralatan mountaineering untuk melaksanakan evakuasi terkait dengan kondisi medan yang curam.

Pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan IL267 hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Sentani. Pesawat dalam penerbangan menuju Oksibil pada pukul 14.22 WIT. Warga setempat mengaku ada yang melihat pesawat jatuh di Kamp 3, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun hal ini belum dapat dipastikan kebenarannya mengingat tim belum tiba di lokasi. Tim SAR gabungan harus bergerak sejauh 25 km dari Oksibil menuju lokasi melalui perjalanan darat.

(khf/khf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads