"Itu nggak boleh, ngawur itu. Yang lain-lain sudahlah, selesai. Kenapa dibawa-bawa lagi, mencari masalah. Kita sudah tak ada masalah lagi kan? Kita membangun," ujar Ryamizard, Minggu (16/8/2015).
Dia mengingatkan semua pihak tidak menciptakan propaganda dengan dimunculkannya atribut PKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menhan juga meminta kepada KSAD Jenderal Mulyono dan Pangdam agar mengusut bersama pihak kepolisian.
"Tentunya siapa itu dalangnya, nggak baik gitu ya. Ini masih ada suka adu-adu domba ini. Ini kan hari yang kita peringati, bersejarah bagi kita semua bagaimana kita sampaikan tadi," ujarnya.
"Perjuangan jangan dirusak sama hal-hal yang berbau begitu, yang tidak pancasila. Pancasila itu kan tidak ke kiri tidak ke kanan," sambungnya.
Dia mengaku belum mengetahui apakah bagaimana informasi terakhir terkait peristiwa itu. Namun Ryamizard meyakini bahwa yang memakai atribut itu hanya orang-orang suruhan dan ada dalangnya.
"Pangdam sana yang cari, usut. Kalau yang bawa-bawa itu paling di suruh-suruh aja itu, dikasih duit kali," pungkasnya. (idh/fdn)











































