Pangdam menyamar agar tidak ada penghuni asrama yang mengenalnya saat menyidak asrama TNI PHB Lampriet Banda Aceh, Minggu (16/8/2015). Ia mengenakan pakaian kaos lengan panjang warna coklat dan celana jeans. Untuk becak, ia pakai milik seorang abang becak yang biasa mangkal di Banda Aceh.
Pangdam mengunjungi asrama TNI untuk melihat kesiapan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI. Uniknya, selama menyusuri kompleks PHB, pemilik becak menjadi penumpang yang dibawa Mayjen Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Di depan sejumlah ibu-ibu penghuni asrama, Pangdam mengungkapkan pentingnya menjaga damai di Aceh agar masyakat dapat hidup sejahtera.
"Coba kalau Pangdam hatinya tidak damai," kata Pangdam di depan penghuni komplek.
"Kalau tidak damai, kami pasti sudah hancur, Pak," sahut sejumlah ibu-ibu sambil tersenyum.
Suasana dialog antara Mayjen Agus dengan penghuni komplek berlangsung santai. Warga yang sebagian sedang santai dan bersih-bersih tidak segan-segan bertanya maupun curhat pada Pangdam. Salah satunya terkait dengan keadaan asrama selama ini.
Selain itu, Pangdam juga membuat kuis untuk anak-anak asrama seputar HUT Kemerdekaan RI. Bagi yang dapat menjawab pertanyaan Mayjen Agus, mendapat hadiah berupa uang jajan. (nrl/nrl)











































Foto: Istimewa