"Kenapa hari kemerdekaan ke-70 lebih meriah, karena apabila 17 ditambah 8 ditambah 45 hasilnya 70," jelas Ahok di Gedung Djoeang, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2015). Ahok berada di gedung itu dalam rangka napak tilas ke 5 tempat bersejarah di Jakarta. Dia dan seribuan rombongan bersepeda dari Balai Kota.
Namun, dia menilai ada juga pemahaman 70 yang lebih ilmiah. Menurutnya, ulang tahun ke-70 menentukan nasib sebuah bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maju terus!" teriak seluruh peserta napak tilas di Gedung Djoeang.
Ahok menilai pejuang kemerdekaan yang telah mengorbankan nyawa tidak meminta warga Indonesia saat ini untuk tidak mengikuti jejaknya.
"Dulu orang sanggup mengorbankan nyawa dan mereka itu sekarang hanya minta kita jangan korupsi saja. Karena akar masalah kita korupsi, kita diminta pejuang nggak korupsi saja," jelasnya.
Ahok dkk melakukan napak tilas di 5 lokasi yakni Gedung Pancasila di Jl Pejambon, Gedung Joeang di Jl Menteng Raya, Gedung Naskah Proklamasi(rumah Laksamana Maeda) di Jl Imam Bonjol,Β TPU Karet Bivak, dan Tugu Proklamasi di Jl Proklamasi, Jakarta Pusat. Di TPU Karet Bivak, Ahok akan tabur bunga ke makam Ibu Fatmawati.
(tfn/nrl)











































