"Presiden memang tak ada acara untuk tanda tangan prasasti pembangunan, tapi kunjungan ke museum yang ada. Itu kita sepakati sejak awal," kata Novanto di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (6/8/2015).
Menurut Novanto, dirinya sejak awal telah berkomunikasi langsung ke Presiden soal kunjungan ke museum tersebut. Lalu, apakah kecewa dengan batalnya ditanda-tangani Jokowi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamis (13/8) lalu, prasasti bertuliskan 'Pencanangan Penataan Kawasan Parlemen' sudah disiapkan di depan museum lengkap dengan tanggal rencana penandatanganan yakni Jumat, 14 Agustus 2015 serta nama Setya Novanto dan Joko Widodo. Namun, prasasti tak terpasang dan berganti dengan buku tamu pada hari tersebut.
"Itu persiapan kalau ada acara-acara. Jadi DPR siap sejak awal," kata Novanto saat ditanya perihal prasasti yang telah disiapkan tersebut.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebelumnya yakin Jokowi tetap akan menyetujui proyek itu meski penandatanganan prasasti batal dilakukan. Jokowi disebut tetap setuju proyek tersebut.
"(Presiden Jokowi) setuju, dari yang disampaikan," ujar Waketum Gerindra ini.
Fadli mengungkapkan bahwa saat di museum, Jokowi melihat perjalanan parlemen dari pembentukan hingga saat ini. Jokowi juga diperlihatkan perjalanan Pemilu dari tahun 1955.
Fadli belum memastikan apakah penandatanganan prasasti akan direncanakan ulang. Perencanaan proyek DPR pun tetap akan dilanjutkan. (idh/bag)











































