PT KAI: Rata-rata Sepekan Ada 3 Orang Tertabrak KA, Jauh-jauhlah dari Rel!

PT KAI: Rata-rata Sepekan Ada 3 Orang Tertabrak KA, Jauh-jauhlah dari Rel!

Nograhany Widhi K - detikNews
Minggu, 16 Agu 2015 13:09 WIB
PT KAI: Rata-rata Sepekan Ada 3 Orang Tertabrak KA, Jauh-jauhlah dari Rel!
Foto: Pembaca detikcom Suhendra
Jakarta - Jauh-jauhlah dari rel! Demikian pesan yang tak bosan disosialisasikan dan disampaikan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sebab dalam sepekan, rata-rata ada 3 orang tertabrak kereta.  
 
"Prihatin juga hal ini sangat sering terjadi di Jabodetabek, tersambar kereta, seminggu kurang lebih ada 3 (orang), ada aja. PAling banyak tertemper KRL Commuter Line. Ada yang bunuh diri segala macam," jelas Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) I, Bambang S Prayitno.
 
Bambang dikonfirmasi detikcom soal 3 bocah meninggal terserempet KA Taksaka di Bekasi Timur, Minggu (16/8/2015).  
 
Pihak PT KAI, imbuh Bambang, tidak akan bosan-bosan memberikan sosialisasi dan peringatan agar warga tidak jalan di pinggir maupun di tengah rel saat KA tidak melintas.  
 
"Bukan hanya anak-anak, peringatan ini tidak melihat umur, usia. Kalau anak-anak malah jarang, orang dewasa lebih sering terjadi, yang jelas memang untuk KA sangat dilarang digunakan sebagai jalan orang, di rel maupun di pinggir relnya. Apalagi ketika jalan pegang HP, telepon," jelas dia.  
 
Warga bisa mengambil jalan aman demi keselamatan, meski memutar dan jauh. PT KAI pun sudah memagari jalur rel KA, namun terkadang masyarakat juga yang membuka.  
 
"Kita seringkali bersitegang melakukan penertiban padahal itu untuk keselamatan warga setempat juga. Perlu pemahaman lebihlah, meski rel itu bisa dilangkahi beberapa langkah, atau diloncati, tetap saja ada potensi ada korban. Pintu-pintu perlintasan perlu diwaspadai juga. Masyarakat sering menerobos. Dijaga atau tidak, perlintasan itu rawan kecelakaan," tuturnya.  
 
Menurutnya, masyarakat yang menjadi korban tertabrak atau terserempet kereta itu umumnya bukan warga yang tinggal di dekat rel. Warga di dekat rel kesadaran keselamatannya sudah cukup tinggi.  
 
"Informasi di lapangan, kejadian seperti itu biasanya bukan masyarakat sekitar situ. Masyarakat sekitar rel paham betul menjaga dirinya," jelasnya.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads