Kabinet yang Baru Dirombak Jokowi Diharapkan Bisa Kerja Cepat

Kabinet yang Baru Dirombak Jokowi Diharapkan Bisa Kerja Cepat

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2015 23:21 WIB
Kabinet yang Baru Dirombak Jokowi Diharapkan Bisa Kerja Cepat
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo baru saja merombak menteri di Kabinet Kerja yang dipimpinnya. Hasil rombakan itu diharapkan bisa mengeluarkan Indonesia dari masalah ekonomi yang belakangan memberatkan.

"Kita tahu saat ini melemahnya tukar nilai rupiah terhadap dollar Amerika, sehingga mempengaruhi harga-harga barang pokok ikut naik. Ini tentu menjadi perhatian karena kondisi tersebut akan menyulitkan masyarakat kelas bawah," ujar Wakil Ketua Komisi V DPR Michael Wattimena kepada detikcom, Sabtu (15/8/2015).

Michael mengatakan, pemerintah bisa membantu masyarakat keluar dari ancaman kesulitan ekonomi tersebut. Terutama para menteri di bidang perekonomian yang baru saja dirombak Presiden Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kabinet yang baru dirombak khususnya menteri terkait perekonomian segera berkerja cepat dalam mengatasi melemahnya nilai tukar rupiah. Karena ke depan kita akan memasuki era keterbukaan yang penuh persaingan, seperti tantangan adalah eknomi pasar bebas," kata yang kembali terpilih menjadi Ketum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2015-2018 ini.

Perombakan yang dilakukan Jokowi memang banyak menyentuh bidang perekonomian. Ada tiga orang yang dipilih Jokowi untuk menjadi menteri bidang ekonomi, yakni Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian, Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan dan Sofyan Djalil sebagai Kepala Bappenas.

Mengenai bidang ekonomi, diakui Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Luhut Binsar Pandjaitan memang menjadi sorotan Presiden Jokowi. Perombakan yang dilakukan itu tak terlepas dari kondisi ekonomi global saat ini.

"Mengenai reshuffle itu kan sudah lama diwacanakan publik. Kalau beliau (Presiden) kan belum pernah mewacanakan. Ya sekarang mungkin beliau merasa sudah lihat ekonomi global begini mungkin perlu memperkuat teamworknya dia. Tentu ada pertimbangan," kata Luhut, Rabu (12/8) lalu.

(jor/fiq)


Berita Terkait