Terbaru, Ahok mewanti-wanti agar anak buahnya mulai dari lurah hingga camat untuk tidak menggalang dukungan untuknya. Ia tak pernah mengerahkan tim suksesnya untuk mengatur lurah atau camat, termasuk tidak memberi janji manis untuk tim suksesnya. Pantangan itu sudah dilakoninya saat Pilkada 2012 silam.
Kepada politisi hebat, Ahok menantang mereka untuk melakukan aksi yang sama yakni dengan tidak memanfaatkan kekuasaan dan kewenangan mereka.
Ahok berharap pemimpin Jakarta mendatang seorang figur pekerja keras dan jujur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jangan Galang Dukungan
|
Foto: Edward Febriyatri Kusuma
|
Untuk maju jalur independen membutuhkan 1 juta KTP. "Lurah camat juga tidak perlu galang kampanye buat saya, tidak perlu galang KTP buat saya. Kalau anda tidak benar tetap saya pecat. Tidak ada urusan. Ini sangat jelas," jelas Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Sabtu (14/8/2015).
Apa yang disampaikan Ahok ini kemudian disambut gegap gempita ribuan pasukan kebersihan. "Hiduuppp!!!" teriak mereka.
2. Jangan Pilih Ahok, Kalau...
|
Foto: Rachman Haryanto
|
"Makanya saya sampaikan kepada saudara-saudara, kalau pemilihan 2017 kalau saya bisa ikut, ada yang lebih jujur dari saya, ada kerja keras lebih baik dari saya, dan ada yang mengurus Jakarta lebih baik dari saya, jangan pilih saya. Kalau sampai saudara pilih saya, saudara bodoh," ungkap Ahok di Monas, Jakarta, Sabtu (15/8/2015).
Β
"Kenapa ada yang lebih baik dari saya, saudara memilih saya. Pilih yang lebih baik dari saya. Jadi saya ingatkan, jangan pilih saya kalau ada yang lebih baik dari saya. Karena itu kebodohan bagi saya," tambah Ahok lagi.
3. Tantang Semua Politisi
|
Foto: Ayunda
|
"Saya menantang semua namanya politisi yang hebat. Berani tidak bicara seperti saya. Saya belum pernah dengar ada politisi berani seperti ini. Karena memang cuma maunya berkuasa untuk maling untuk apa," kata Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Sabtu (14/8/2015).
Ahok sempat menyebut ada politisi yang ketakutan saat dia mengumpulkan pasukan kebersihan.
"Tetap saja ada yang sirik kita buat yang seperti ini. Jakarta penduduknya yang ber-KTP kira-kira 7 juta orang. Saudara hanya belasan ribu, tidak ada artinya jumlahnya. Tapi ada oknum-oknum atau orang politik yang ketakutan saudara akan memilih saya sebagai gubernur memanfaatkan seperti ini," jelas Ahok di Monas, Jakarta, Sabtu (15/8/2015).
Β
Halaman 2 dari 4











































