Pantauan di lapangan pagi tadi Sabtu (15/8/2015) ribuan pekerja yang mengenakan baju dan rompi warna oranye tampak antusias mendengar pidato pria yang akrab disapa Ahok. Pagi itu Ahok yang berseragam PNS DKI Jakarta dengan atribut Gubernur tampak berapi-api dalam sambutannya.
Awalnya PPSU dan PHL tampak acuh untuk ikut apel, namun semua berubah ketika Ahok mulai menjamin kesejahteraan dan peningkatakan kelayakan hidup mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bak petir di siang bolong, mungkin pidato Ahok pagi itu memelekan mata ribuan pekerja tersebut. Tak ayal mereka menyambut riuh dan sorak-sorai atas sambutan Ahok.
Ahok sendiri telah mengumpulkan ratusan lurah di DKI Jakarta. Maksud dan tujuan untuk membuat kontrak individual kepada PPSU dan PHL langsung kepada DKI Jakarta sehingga terlepas dari pihak ketiga.
"Kartu ATM, dan gaji sendiri. Saya menurunkan banyak sekali intel sebetulnya untuk memata-matai anda, kemarin saya ketemukan mandor-mandor dan oknum pejabat yang kartu ATM-nya dipegang dia, jadi petugas nggak pernah pegang. Bahkan sampai sekarang pun masih ada seperti itu saya ingin saudara berani melawan nggak usah takut, saya ada di depan, saudara, bisa SMS saya ketemu saya. Ini harus jelas posisi kita tapi saudara harus perhatikan juga ada yang palsu, aspal di tengah saudara," paparnya.
Ahok juga meminta pejabat perekut PPSU dan PHL membuatkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga Kerjaan. Sehingga sebagai pekerja akan tunjangan di hari tua nanti.
"Nanti juga akan saya minta asuransi kecelakaan dan kematian sehingga saudara tidak berbeda dengan pegawai negeri sipil. Kita juga minta dinas perumahan untuk membangun rumah susun dan diutamakan kepada saudara, saya juga minta pada dinas pendidikan untuk mencatat anak-anak saudara yang membutuhkn KJP karena gaji UMP tetapi Anda punya 2-3 anak tidak akan mampu menyekolahkan, makanya saya akan mendorong ini untuk mau dipenuhi. Saya juga mau instruksikan pada PT TransJ Anda yang punya kartu ATM Bank DKI itu dibebaskan naik bus TransJ supaya saudara tidak ada alasan tempat jauh lalu kehabisan ongkos," ujar Ahok. (edo/dra)











































