"Harus banting tulang, nggak harus diminta presiden. Kami lihat tantangan sekarang makin berat. Menteri itu harus paham persoalan dan mengambil kebijakan yang tepat," ujar Wakil Sekjen PKB Daniel Johan di Gedung K2, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Johan menambahkan selain kerja keras, menteri terkait harus bisa mengambil kebijakan yang sesuai. Menurutnya, jangan sampai kebijakan yang salah dan menyia-nyiakan upaya kerja keras yang sudah dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, dia mengingatkan keinginan Jokowi yang merealisasikan konsep Nawacita harus diperhatikan jajaran menteri di Kabinet Kerja. Keinginan dalam merealisasikan konsep Nawacita dinilai menjadi salah satu rakyat percaya terhadap pemerintahan Jokowi.
"Ada penegasan atas tujuan mengingat perwujudan Nawacita. Mengajak seluruh kekuatan bangsa bersatu bahu membahu membangun bangsa karena hal itu penting dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat khususnya ekonomi nasional," tutur Anggota Komisi IV DPR itu.
Lanjutnya, mewakili PKB, Johan memberikan saran agar Kabinet Joko Widodo memiliki rumus yaitu memperkuat sektor riil dan menciptakan sektor usaha kecil menengah (UKM) lebih berkembang. Lalu, sektor penerimaan pajak bisa besar dan sesuai target.
"Ciptakan kondisi yang kondusif untuk pengusaha lokal yang bila tidak bisa diatasi dengan baik akan semakin meningkatkan kemiskinan dan pengangguran," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi mengingatkan para menteri di Kabinet Kerja untuk bekerja lebih keras. Dia mengatakan perlu ada komitmen dari pemerintahannya agar bisa memenuhi janji terhadap rakyat Indonesia.
"Mau berkeringat, banting tulang membangun bangsa. Bagi saya perombakan kabinet kerja adalah jembatan terbaik untuk memenuhi janji saya kepada rakyat untuk memenuhi kesejahteraan mereka," kata Jokowi dalam pidatonya di sidang tahunan MPR, di Gedung K2, Senayan, Jakarta, hari ini. (hty/fdn)











































