"Go-Jek sudah berkontribusi besar dalam menurunkan tingkat kemacetan ibu kota. Tadi pagi baru saja Wapres sebut sampai saya kaget bacanya, estimasi Go-Jek menurunkan hingga 10% kemacetan di Jakarta," jelas Nadiem dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Nadiem membeberkan, sekarang orang tidak usah menggunakan kendaraan pribadi. Misalnya sekarang orang kaya, yang biasa mengirim sopir untuk beli makan, kini sudah bisa pakai Go-Jek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyampaikan tekadnya bahwa Go-Jek akan maju dan pantang mundur menjadi mitra pemerintah untuk menciptakan sistem transportasi terpadu dan menjadi ojek-ojek se-Nusantara sebagai feeder transportasi umum.
"Sehingga kita bisa wujudkan transportasi kelas dunia. Terkonek dengan aplikasi dan semua terintegrasi itu visi dari Go-Jek untuk membantu dan menyokong transportasi se-Nusantara," jelas dia.
"Go-jek akan mendukung semua perusahaan nasional semakin jaya, dari banking, telekomunikasi dan logistik, semua pemain nasional di sektor kunci akan kita dukung di teknologi. Itu komitmen kita sebagai karya anak bangsa," tegas lulusan Harvard AS ini.
Nadiem optimistis Go-Jek akan menjadi besar dan menjadi kebanggaan Indonesia. Go-Jek juga siap bersaing dengan perusahaan mancanegara.
"Kami dari Indonesia untuk Indonesia selamanya dan bagi kompetitor tetangga sebelah dan ojek-ojek di seluruh Nusantara dan driver GrabBike, saya ingin mengundang Anda untuk masuk keluarga besar Go-Jek. Go-Jek akan selalu di tanah air, saya dan beserta seluruh manajemen Go-Jek berkomitmen untuk melindungi kesejahteraan ojek seluruh Indonesia," tutup dia. (edo/dra)











































