"Itu teknis. Awalnya itu sepihak dari kita, belum kita komunikasikan. Itu optional," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2015).
Kemarin, prasasti bertuliskan 'Pencanangan Penataan Kawasan Parlemen' sudah disiapkan di depan museum lengkap dengan tanggal hari ini serta nama Setya Novanto dan Joko Widodo. Namun, hari ini prasasti tak terpasang dan berganti dengan buku tamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Presiden Jokowi) setuju, dari yang disampaikan," ujar Waketum Gerindra ini.
Fadli mengungkapkan bahwa saat di museum, Jokowi melihat perjalanan parlemen dari pembentukan hingga saat ini. Jokowi juga diperlihatkan perjalanan Pemilu dari tahun 1955.
Fadli belum memastikan apakah penandatanganan prasasti akan direncanakan ulang. Perencanaan proyek DPR pun tetap akan dilanjutkan.
"Teknis sudah kita bicarakan untuk menuju parlemen modern. Tidak ada masalah, tinggal step-stepnya kita bicarakan," ujar Fadli.
(imk/van)











































