Komjen Buwas Bidik Penimbun Sapi dengan Pidana Terorisme

Komjen Buwas Bidik Penimbun Sapi dengan Pidana Terorisme

Idham Kholid - detikNews
Jumat, 14 Agu 2015 14:38 WIB
Komjen Buwas Bidik Penimbun Sapi dengan Pidana Terorisme
Foto: Idham Khalid
Jakarta - Bareskrim Polri belum ada menetapkan tersangka terkait penggerebekan tempat penggemukan sapi di dua tempat di daerah Tangerang, Banten. Namun begitu, polisi mengaku tidak ada hambatan dalam mempidanakan pihak-pihak terkait jika bukti-bukti yang diperlukan telah memenuhi.

"Nggak sulit (pidanakan), saya mau konstruksikan UU Pidana dan UU Terorisme. Dengan harga yang tinggi ini apa, jadinya teror terhadap masyarakat dan pemerintah. Harga tinggi ini siapa yang resah, kan masyarakat," kata Kabareskrim Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Jaksel, Jumat (14/8/2015).

"Ada kelompok yang melakukan sesuatu secara bersamaan dengan tujuan tertentu. Ini akan kami kaitkan ini dengan itu. Tujuannya memaksa seseorang atau pemerintah melakukan sesuatu," sambung Buwas menjelaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati Feedloter merupakan penggemukan dan bukan pemotongan sapi, Buwas mengatakan antara dua hal itu merupakan saling berkaitan. Sebab tidak mungkin Feedloter berdiri sendiri, butuh jaringan distribusi.

"Inikan keterkaitan. Hubungannya seperti apa, bisa jadi kerjasama antara perusahaan pemotongan dengan penghematan. Importir itu harus bikin jaringan distribusi. Ini sudah dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan. Semua ada," ujarnya.

"Ini sedang pendalaman dan pemeriksaan, tidak sesederhana itu. Saya malah bilang supaya tidak ada hal seperti ini lagi. Saya pikir apakah kena UU terorisme, kalau kena. Ya lanjut," sambungnya.

Menurut Buwas, pihaknya telah memiliki bukti permulaan pada penemuan ini. Bukti permulaan itu berupa 5000 ekor sapi siap potong tapi tidak dipotong, hingga berujung pada kelangkaan daging sapi.

"Sapi itu kalau sudah maksimal kalau nggak dipotong akan turun beratnya dan kualitas daging. Lalu mengapa pengusaha ini mau rugi, ini pasti ada tujuan lagi. Ini pasti ada tujuan teror pada pemerintah dan masyarakat. Jadi jangan main-main masalah sembako," pungkasnya.

(idh/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads