"Yang berkaitan dalam poros politik, laut, dan yang paling utama perubahan paradigma di dalam kerja pemerintahan. Maka konsentrasi ke depan adalah membangun infrastruktur, menyelesaikan jalan-jalan tol yang ada. Kemudian tol laut, pelabuhan dan sebagainya. Itu lah yang menjadi message kuat presiden dalam pidato hari ini," kata Pramono di Gedung K2, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Dia mengatakan harus diakui masih sulit dalam mengubahย paradigma kerja ini karena usia pemerintahan Kabinet Kerja masih 10 bulan. Namun, dia yakin perubahan bisa dilakukan demi pembangunan yang bersifat produktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Pramono tak lupa bahwa Presiden Jokowi menginginkan adanya perdamaian yang lebih terjaga agar peristiwa seperti Tolikara tak terulang. Hal ini menjadi salah satu prioritas utama.
"Presiden juga mengatakan di dalam ujung persoalan perdamaian bangsa ini menjadi hal utama. Maka peristiwa seperti Tolikara tidak boleh terulang di kemudian hari," tuturnya.
Dijelaskannya, Jokowi ingin Papua lebih dilihat secara luas. Menurutnya, keinginan Presiden RI ke-7 ini terlihat dengan sering mengunjungi daerah yang dikenal sebagai Bumi Cenderawasih ini.
"Ya presiden memang mendorong untuk Papua, lebih dipercayakan, karena kecintaan beliau kepada Papua. Mungkin ini presiden yang mengunjungi Papua yang paling sering dan lama dibandingkan presiden-presiden sebelumnya," sebutnya. (hty/faj)











































