"Banyak yang sama tugasnya jadi bisa disinergikan. Nggak ada masalah. Malah sebenarnya ada baiknya (rangkap jabatan) sehingga kalau saya akan melepas, hubungan akan lebih baik," kata Luhut usai sidang tahunan DPD 2015 di gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Ia mengatakan ia akan memegang 2 jabatan hingga Presiden Jokowi memilih penggantinya untuk jabatan Kepala Staf Kepresidenan. "Presiden sedang godok penggantinya. Mungkin beberapa waktu lagi akan dipilih," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu (efektivitas) juga sedang dikalkulasi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (13/8).
(mnb/faj)











































