"Teman-teman Indonesia, atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Jepang, dengan hati yang tulus saya ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan!" kata PM Shinzo Abe dalam rilis yang dikirimkan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia yang diterima detikcom, Jumat (14/8/2015).
Indonesia, imbuh PM Abe, menjadi negara yang pertama kali yang dikunjunginya pada Januari 2013 segera setelah dirinya dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang pada masa jabatan kedua.
"Sejak itu saya telah empat kali mengunjungi Indonesia selama dua kali masa jabatan saya. Indonesia merupakan salah satu negara yang paling sering saya kunjungi, hal ini menunjukkan betapa tingginya penghargaan saya terhadap hubungan kita," tuturnya.
Bangsa Jepang dan Indonesia, imbuhnya, memiliki banyak persamaan. Salah satu kesamaan itu adalah budaya gotong royong.
"Saya selalu mengagumi tradisi gotong royong yang senantiasa dipertahankan rakyat Indonesia. Ini mengingatkan saya pada kebiasaan saling
membantu yang diwariskan secara turun-menurun dalam masyarakat tradisional Jepang," imbuhnya.
Jepang, seperti Indonesia, adalah negara yang sering mengalami bencana alam. Pada tahun 2011, Jepang terkena bencana gempa bumi dan tsunami yang dahsyat, dan saat itu rakyat Jepang menghadapi situasi yang sangat sulit.
"Ketika itu, dukungan dari Indonesia sungguh membangkitkan kami. Salah satunya adalah lagu yang kami dengar datang bergaung dari
Indonesia. Lagu itu berjudul "Sakura yo", yang dinyanyikan banyak mahasiswa Indonesia. Liriknya "Wahai Sakura, mekarlah... Mari Jepang, bangkitlah"—menyadarkan kami agar bangkit kembali. Saya pikir lagu ini akan menjadi lagu yang dicintai oleh rakyat Jepang maupun Indonesia," kenangnya.
Lagu Sakura-yo dinyanyikan oleh ENJUKU tepat setelah 11 Maret 2011. ENJUKU merupakan grup teater yang beranggotakan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang tertarik kepada Jepang, kebudayaan Jepang, serta teater.
Halaman 2 dari 1










































