Hal itu diungkapkan saksi mata Rangga Syahputra saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (12/8/2015) malam. Dia juga mengirimkan foto-foto korban dan pelaku melalui pasangmata.com.
Dijelaskan Rangga, usai pelaku dikeroyok, warga memeriksa dompet pelaku untuk melihat identitasnya. Di dompet tersebut, warga menemukan kartu tanda anggota (KTA) aparat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Rickynaldo membenarkan adanya KTA aparat dari dompet pelaku. Namun pihaknya tidak mau buru-buru menyimpulkan.
Polisi akan memastikan dulu apakah pelaku adalah prajurit TNI aktif atau bukan. Menurut Rickynaldo, bisa saja KTA itu palsu atau milik orang lain.
"ini masih kita dalami dia anggota TNI atau bukan, yang jelas pelakunya sudah kita amankan. Ditemukan KTA di dompet pelaku, namun saat dilihat KTA tersebut keluaran tahun 88. oleh karena itu masih kita cocokan melalui foto di KTA dengan wajah pelaku, akan tetapi muka pelaku babak belur sehingga tidak bisa dipastikan," paparnya.
Dari tangan pelaku dan tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sepucuk senjata api organik, 15 amunisi aktif, 5 selongsong peluru, dan lainnya. Polisi masih memeriksa intensif pelaku untuk mengembangkan kasusnya. (edo/ndr)










































