"Tidak ada WNI menjadi korban. Sejauh ini tidak ada WNI yang menetap di kawasan Binhai, yang berjarak cukup jauh dari pusat kota Tianjin," kata Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing PLE Priatna kepada detikcom saat dihubungi lewat telepon, Kamis (13/8/2015).
Dijelaskan Priatna, pihak KBRI Beijing akan terus memantau dan mengikuti perkembangan upaya penyelamatan dari kebakaran yang terjadi di gudang logistik, pusat penyimpanan bahan atau material berbahaya dalam kontainer di Tianjin Dongjiang Port Rui Hai Int Logistic di kawasan pelabuhan distrik Binhai, kota Tianjin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Kantor berita resmi China, Xinhua melaporkan bahwa ledakan ini menghancurkan sebuah gudang yang menyimpan barang-barang yang mudah terbakar. Ledakan pertama disebut setara dengan 3 ton TNT dan ledakan kedua setara dengan 21 ton TNT.
Menurut Menteri Keamanan Publik China, Guo Shenkun yang memimpin langsung proses evakuasi penyelematan dan penyelidikan sebab terjadinya ledakan itu, ledakan Diduga akibat pengiriman bahan peledak di zona industri.
Kerugian material diperkirakan mencapai milyaran remimbi serta telah membakar dan menghancurkan setidaknya 2.700 kendaraan jenis VW Volkswagen, 1.500 mobil Renault, 4.000 Hyundai dan KIA.
Β
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan PM Li Ke Chiang telah menginstruksikan untuk segera memberi bantuan pada korban, penyelamatan, dan sebab ledakan harus segera diketahui.
(hri/hri)











































