"Benar kemarin ada penangkapan terhadap dua orang diduga teroris dan saat ini masih bergerak untuk menindaklanjuti penangkapan itu, maupun pengembangan barang bukti yang ditemukan," kata Kabag Penum Polri Kombes Suharsono dihubungi wartawan, Kamis (13/8/2015).
"Kami belum bisa pastikan itu (anggota ISIS)," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharsono mengatakan, tidak ada perlawanan dalam penangkapan itu. Tim Densus juga dibatu oleh warga dan perangkat desa. Kendati begitu, polisi masih menelusuri jaringan terduga teroris tersebut.
"Ini masih dalam pengembangan (jaringan siapa), mohon waktu agar temen-teman di lapangan dapat diketahui secara pasti," katanya.
"Masih berada di lapangan bersama tim untuk pengembangan," sambungnya saat ditanya dimana keberadaan dua teroris itu kini.
Saat disinggung apakah penangkapan itu karena terduga teroris merencanakan penyerangan terhadap polisi atau institusi pemerintah, Suharsono menyebut pihaknya tidak mau berandai-andai.
"Kita tidak berandai-andai. Karena mendapatkan informasi, dan teman-teman bergerak, akhirnya menangkap orang-orang tadi dan sekarang dilakukan pengembangan," pungkasnya. (idh/hri)











































