"Saya sengaja percayakan suruh kepala eselon 2 pilih, wali kota pilih siapa. Itu yang dipilih kurang saja semua, tukang setor semua," ujar Ahok saat memberi sambutan dalam pelantikan Wali Kota Jakarta Selatan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).
"Zaman Fatahillah di Jakarta Barat juga dipilih lagi. Yang bagus malah didemosi, lurah yang nyetor malah diangkat lagi. Saya punya data. Saya cuma butuh kejujuran," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga minta Pak Suradika kalau sudah ada orang yang didemosi tapi dinaikin lagi. Bila perlu ada yang sudah dilantik, copot lagi," kata Ahok dengan nada yang agak meninggi menahan geram.
"Yang bagus dipecat, yang jujur dicopot nggak ada salahnya apa," terang dia.
Sontak saja, hadirin dan tamu undangan yang berada di ruangan terlihat menegang wajahnya. Tidak sedikit juga dari mereka yang tertegun mendengarnya.
"Saya sampaikan sangat tegas kalau mau berantem fisik, saya sekarang 93 kilo. Jadi biar seimbang (kalau mau lawan saya). Saya sudah muak dengan kemunafikkan, masih lanjut terus padahal sudah saya ingatkan dari zaman Pak Jokowi," lanjut dia kesal.
"Saya jamin gaji Anda di sini bisa lebih baik, tapi kalau saudara tidak cukup dengan gaji ya susah. Kalau keinginan saya juga banyak ingin punya kapal, pesawat, jeep dan lainnya. Susah kalau dituruti semua keinginan. Rata-rata yang korupsi itu gaya hidup. Ya gaya hidup yang membuat kita korupsi. Makanya saya harus puas dengan gaji saya segini," tambah Ahok. (aws/aan)










































