Istri Fuad Amin Punya 8 KTP Berbeda, Dipakai Buka Rekening Bank di Surabaya

Istri Fuad Amin Punya 8 KTP Berbeda, Dipakai Buka Rekening Bank di Surabaya

Rina Atriana - detikNews
Kamis, 13 Agu 2015 14:24 WIB
Istri Fuad Amin Punya 8 KTP Berbeda, Dipakai Buka Rekening Bank di Surabaya
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Delapan orang pegawai bank menjadi saksi dalam lanjutan sidang dugaan suap dan pencucian uang dengan terdakwa eks Bupati Bangkalan Fuad Amin. Fuad diketahui membuka hingga 26 rekening di Bank Mandiri Cabang Surabaya.

Hal tersebut mengacu kepada keterangan saksi, Priority Banking Manager (PBM) Mandiri Cabang Darmo Permai Surabaya Melinda yang dibacakan jaksa di depan majelis hakim. Melinda membenarkan jumlah tersebut.

"Pertama diperkenalkan oleh PBM sebelum saya, dikenalkan sebagai Bupati Bangkalan,"  ujar Melinda, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melinda menyebut, dari 26 rekening tersebut di antaranya 5 rekening atas nama Siti Masnuri dan 3 rekening atas nama Masnuri. Siti Masnuri dan Masnuri merupakan orang yang sama yaitu istri dari Fuad Amin.

Menurut Melinda, Bank Mandiri tetap memproses pembukaan rekening untuk istri Fuad karena mengacu kepada identitas yang didapat. Meskipun orang yang sama namun nomor identitasnya berbeda.

"Sesuai kartu identitas yang kami dapat. Nomor KTP-nya jelas-jelas berbeda," jelas Melinda. Sementara itu rekening atas nama Fuad tercatat ada 2 rekening.

Uang yang terdapat dalam 26 rekening tersebut digunakan Fuad untuk membeli beberapa produk perbankan. Di antaranya deposito atas nama Siti Masnuri dan Masnuri. Ada pula dalam bentuk reksadana, sukuk (obligasi syariah), dan asuransi Axa Mandiri atas nama istri dan anak-anak Fuad.

Jaksa juga sempat menginformasi rekening atas nama Ismaun Bisri dan Main Efendi kepad Melinda. Melinda menyatakan Ismaun Bisri maupun Main Efendi merupakan orang yang sama.

"Orang yang sama karena fotonya sama. Tapi yang buka rekening atas nama Ismaun Bisri," jawab Melinda.

Sementara itu saksi lainnya, Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Udaya Bali Sapto Adi menjelaskan, Fuad juga membuka rekening di cabang Bank Mandiri yang ia pimpin. Syarat pembuatan rekening yaitu KTP domisili Bali, hanya saja Fuad mengenakan KTP domisili Jakarta saat itu.

Fuad diberi pengecualian karena termasuk nasabah prioritas dan pernah ada data-data awal dari Fuad.

"Ada satu rekening atas nama Fuad Amin, saat pembukaan dengan KTP Jakarta dan SIM dari Polda Bali. Setoran awal Rp 5 juta," jelas Sapto.

"Terdapat perbedaan data tempat lahir antara KTP dan SIM. Di KTP tertulis Madura, sedangkan di SIM tertulis di Madiun," lanjutnya. (rna/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads