Misteri Blank 75 di Semeru yang Kerap Menyesatkan para Pendaki

M Aminudin, - detikNews
Kamis, 13 Agu 2015 13:36 WIB
Foto: istimewa
Jakarta - Mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur, menjadi impian banyak kalangan. Kepuasan dijadikan alasan bisa menaklukkan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Bagi para pendaki, Blank 75 tidak asing lagi. Bahkan jalur di titik tersebut merupakan daerah yang harus diantisipasi bagi pendaki. Jika tidak, malapetaka akan dihadapi. Sudah seringkali Blank 75 memakan korban, terutama saat pendaki sedang melakukan perjalanan turun dari puncak Mahameru.

Seberapa gawatnya Blank 75, inilah penuturan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ayu Dewi Utari. Dikatakan dia, bahwa Blank 75 merupakan jalur yang akan dilewati pendaki baik ketika naik maupun turun.

Blank 75 memiliki keistimewaan tersendiri, karena di jalur itu ada dua arah yang bisa dilewati. "Ada arah ke kanan dan ke kiri. Pendaki harus tepat dalam memilihnya," ujar Ayu berbincang dengan detikcom, Kamis (13/8/2015).

Dilanjutkan, dua pilihan itu sangat menentukan. Karena jika memilih arah jalur ke kanan pendaki akan menemukan jalur jalan yang landai dan pastinya nyaman untuk dilewati. Sebaliknya, jika memilih jalur ke kiri, pendaki akan menemukan jalan terjal dan sempit.

Tetapi jangan salah, kata Ayu, justru jalur belok ke kanan seringkali memakan korban. Dikarenakan di jalur tersebut kedua sisi jalan setapak adalah jurang dengan kedalaman diatas 10 meter. "Berbeda dengan belok ke kiri, meski jalannya terjal. Namun itu adalah jalur yang benar menuju pos bawah," beber Ayu.

Upaya pencarian terhadap Daniel (31), pendaki dilaporkan hilang juga difokuskan di Blank 75. Ada dugaan Daniel tersesat di jalur tersebut. "Pencarian Daniel juga di sana," ujar Ayu.

Dia mengaku, rambu-rambu sudah dipasang di sepanjang jalur pendakian. Mengenai adanya kejadian pendaki tersesat atau tertimpa musibah lebih berat, Ayu menuturkan, dari sebagian besar kejadian diketahui bahwa korban tertinggal dari rombongannya, atau memilih untuk berjalan sendiri.

"Dan pas di Blank 75, mereka kebingungan. Ini mungkin karena fisik sudah lelah dan suhu minus 0 derajat sangat besar mempengaruhi," tuturnya.

Pihaknya hanya bisa mengimbau, bagi pendaki agar tetap waspada ketika melakukan pendakian. Keselamatan sangat penting, meski nyali berani dimiliki. "Daripada ada masalah," tutupnya. (dra/dra)