Tedjo ingat betul dia hanya menjabat MenkoPolhukam selama 10 bulan kurang
![]() |
"Saya tahu Bapak Menko (Luhut -red) sudah lama harusnya di sini, cuma harus membantu Presiden di Kepala Staf maka saya sementara jadi Menko. Jadi saya kembalikan," kata Tedjo dengan suara pelan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dalam sambutan itu, Tedjo menyampaikan terimakasih dan permohonan maaf kepada pimpinan lembaga dan kementerian yang di bawahinya, serta pegawai Kemenkopolhukam selama dia menjabat.
Usai sambutan, Tedjo dan Luhut yang hadir didampingi isteri masing-masing bersalaman, lalu kedunya berdiri di depan untuk selanjutnya dihampiri salaman secara bergantian oleh pejabat negara termasuk pegawai Kemenkopolhukam yang hadir.
![]() |
Saat melayani wawancara puluhan wartawan dari jarak dekat, tampaklah rupanya mata mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu sembab. Matanya yang berarir tak bisa menyembunyikan rasa haru Tedjo yang harus melepas jabatan Menko yang diembannya selama 10 bulan.
"Selama ini saya dengan kementerian dan lembaga di bawah saya tidak ada masalah. Bagi saya salut dan acungi jempol dengan kementerian dan lembaga di bawah saya. Mereka sudah merasa nyaman di bawah Kemenko Polhukam, tapi saya yakin ke depan harus lebih baik," kata Tedjo kepada wartawan.
Sebelum meninggalkan Kemenko polhukam, Tedjo mendapat kalungan bunga dari Luhut, begitu juga isterinya yang mendapat bucket bunga. Luhut selanjutnya mengantar Tedjo hingga masuk ke dalam mobil, sementara pegawai Kemenko Polhukam berbaris beri penghormatan bagi Tedjo.
"Terimakasih pak," ucap seorang pegawai melambaikan tangan kepada Tedjo di balik kaca mobil yang terbuka.
Mobil Toyota Crown yang membawa Tedjo dan isteri pun beranjak dari kantor Kemenko Polhukam, membawa harapan lain dari seorang Tedjo yang masih ingin mengabdi untuk negara. 'Mengembangkan wawasan kebangsaan' kata Tedjo.
(bal/faj)














































