Air Sumur Asin, Begini Repotnya Warga Pidie Mencari Air Bersih

Air Sumur Asin, Begini Repotnya Warga Pidie Mencari Air Bersih

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 13 Agu 2015 11:58 WIB
Air Sumur Asin, Begini Repotnya Warga Pidie Mencari Air Bersih
Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Warga Kecamatan Batee, Pidie, Aceh sejak beberapa tahun terakhir mengalami krisis air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa harus mengantre untuk memperoleh air yang dijual Rp 500 per tiga jerigen.

Krisis air bersih ini dialami oleh beberapa desa di Kecamatan Batee seperti Desa Aron, Pulo Bungong, Calong Cut, dan Rungkom. Setiap hari warga desa terlihat mengantre untuk mengambil air yang disediakan di tempat penampungan air.

Untuk membawanya, warga mayoritas ibu-ibu menaruh jerigen berisi air di atas kepala. Di lokasi, terlihat warga mengambil air yang keluar dari sebuah selang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah bertahun-tahun kami tidak ada air bersih. Air di sumur yang dimiliki warga semuanya asin sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Kepala Desa Neuheun, Usman Maddan, kepada wartawan, Kamis (13/8/2015).

Pascatsunami warga Desa Neuhen mendapatkan sebuah sumur bor bantuan dari Norwegia. Warga kini hanya mengandalkan sumur bor tersebut untuk mendapatkan air bersih. Mereka juga harus mengeluarkan kocek untuk membeli air seharga Rp 500 per tiga jerigen.

Menurutnya, sebagian warga desanya kadang terpaksa mencari air bersih ke desa tetangga. Bahkan, ada juga warga yang tidak sanggup membeli air sehingga terpaksa menggunakan air laut untuk keperluan sehari-hari.

"Ada juga yang terpaksa mandi di laut karena tidak ada air bersih. Ini sudah lama terjadi dan sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah," jelasnya. (rul/rul)


Berita Terkait