Krisis air bersih ini dialami oleh beberapa desa di Kecamatan Batee seperti Desa Aron, Pulo Bungong, Calong Cut, dan Rungkom. Setiap hari warga desa terlihat mengantre untuk mengambil air yang disediakan di tempat penampungan air.
Untuk membawanya, warga mayoritas ibu-ibu menaruh jerigen berisi air di atas kepala. Di lokasi, terlihat warga mengambil air yang keluar dari sebuah selang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pascatsunami warga Desa Neuhen mendapatkan sebuah sumur bor bantuan dari Norwegia. Warga kini hanya mengandalkan sumur bor tersebut untuk mendapatkan air bersih. Mereka juga harus mengeluarkan kocek untuk membeli air seharga Rp 500 per tiga jerigen.
Menurutnya, sebagian warga desanya kadang terpaksa mencari air bersih ke desa tetangga. Bahkan, ada juga warga yang tidak sanggup membeli air sehingga terpaksa menggunakan air laut untuk keperluan sehari-hari.
"Ada juga yang terpaksa mandi di laut karena tidak ada air bersih. Ini sudah lama terjadi dan sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah," jelasnya. (rul/rul)










































