Sebelum resmi diumumkan pada Rabu (12/8) kemarin sebenarnya isu reshuffle kabinet sudah lama berhembus kencang. Dorongan masyarakat juga tak kalah santer agar Presiden merombak kabinet demi optimalisasi kinerja pemerintahan. Di tengah arus deras di masyarakat, sebenarnya beberapa lembaga survei melakukan survei terkait kinerja meneri Kabinet Indonesia Kerja, termasuk kinerja Menko PMK Puan Maharani.
Pada kisaran 23 Maret sampai 6 April 2015, lembaga survei Alvara melakukan riset tentang tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja menteri. Hasilnya ada menteri kategori bintang lima sampai bintang dua menurut surveinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Puan Maharani ditempatkan sebagai 'menteri bintang dua' bersama sejumlah menteri lain sebagai berikut:
Menteri ESDM Sudirman Said: 3,906
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi: 3,904
Menteri Negara BUMN Rini M. Soemarno: 3,900
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo: 3,882
Menteri Koord Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto: 3,881
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly: 3,849
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil: 3,800
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani: 3,545
Beda lembaga survei rupanya beda pula hasil surveinya. Lembaga survei Indo Barometer yang melakukan survei pada periode yang hampir sama menunjukkan hasil yang berbeda. Indo Barometer melakukan survei pada 15 sampai 25 Maret di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden 1200 orang. Di mana margin of error sebesar +- 3,0 % pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasilnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masih menjadi menteri dengan kinerja terbaik. Susi dinilai oleh masyarakat tegas dalam menjaga laut Indonesia.
"Menteri Susi dinilai bagus dalam menenggelamkan kapal nelayan asing dan tegas," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari dalam konferensi pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2015).
Selain itu Menteri Susi juga jadi yang paling dikenal publik. Di mana Susi menggungguli menteri lainnya dengan tingkat presentase 32,1 %. Di survei ini Puan menempati posisi strategis.
"Susi masih unggul jauh, disusul Puan Maharani 9,6 % dan Anies Baswedan 6,5 %, Menteri Khofifah 4,6 %, Tjahjo Kumolo 4,6 % dan Ignasius Jonan 2,4 %," terang Qodari.
Pada periode yang agak berbeda, lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) menunjukkan hasil survei yang berbeda. Survei yang dilakukan pada 26 Mei-3 Juni 2015 ini menunjukkan kritik cukup tajam terhadap kinerja sejumlah menteri.
Dalam survei itu juga diketahui, tingkat kepuasan pekerja profesional terhadap pemerintahan Jokowi-JK dengan nilai 58,8 % kurang puas, lalu 30,8 % cukup puas, 1,6 % sangat puas, 8,0 % tidak puas sama sekali, dan sisanya 0,8 % tidak tahu.
Terkait evaluasi kinerja, dalam bidang politik, hukum dan keamanan, menteri hukum dan HAM Yasonna Laoly paling banyak disorot yaitu perlu dievakuasi (52,4%), kemudian bidang ekonomi, menteri bidang perekonomian Sofyan Djalil perlu dievakuasi (50,8%).
Dalam bidang pembangunan manusia, menko Puan Maharani paling banyak dinilai perlu dievaluasi (59,6%) dan dalam bidang kemaritiman, relatif di bawah 50 % desakan untuk reshuffle. Paling rendah yaitu Menteri ESDM Sudirman Said 38,4 % yang menginginkan dreshuffle.
Namun demikian pada akhirnya Presiden punya penilaian sendiri dalam melakukan reshuffle, semua pihak juga menghormati hak prerogatif yang melekat pada Presiden Jokowi.
Halaman 2 dari 3










































