Berdesak-desakan di Commuter Line di Jam Kerja Masih Dalam Taraf Wajar?

Berdesak-desakan di Commuter Line di Jam Kerja Masih Dalam Taraf Wajar?

Rivki - detikNews
Kamis, 13 Agu 2015 09:43 WIB
Berdesak-desakan di Commuter Line di Jam Kerja Masih Dalam Taraf Wajar?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Commuter line sudah beberapa pekan ini lebih padat di jam kerja. Berhimpitan dan berdesakan lebih terasa. Mungkin juga salah satu pemicunya, rangkaian kereta 10 gerbong tak ada lagi. Seluruh kereta kini hanya 8 gerbong rangkaian.

Kepadatan di jam pergi kerja di angkutan umum memang hal yang wajar, tapi bila sampai berhimpitan, alamak kasihan ibu-ibu atau perempuan hamil. Kadang mereka hanya bisa diam, atau memohon kepada penumpang yang duduk memberikan tempat.

Tapi kondisi yang padat di jam pergi kerja ini, jangan pula kemudian membandingkan dengan di negara lain di mana kepadatan adalah hal biasa. Padat memang lumrah, asal jangan menyengsarakan dan membuat penumpang beralih kembali ke kendaraan pribadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pagi ini sudah berhimpitan, terus ada gangguan. Jalannya lambat beberapa kali ketahan mau masuk Depok Lama, Depok Baru sampai Pondok Cina," terang Deni pengguna commuter line dari Bojonggede, Bogor, Kamis (13/8/2015).

Commuter line sudah menjadi primadona. Sebuah kebanggaan menggunakan commuter line, apalagi saat di jam lengang, nyaman untuk foto-foto dan menikmati kendaraan umum. Ini yang namanya kenyamanan kendaraan umum. Tapi ya itu hanya terjadi di jam lengang. Di jam pergi kantor, mulai pukul 05.30 WIB sampai pukul 07.30 WIB, jangan ditanya, bergerak untuk turun saja sulit.

Seperti penuturan Widi, sudah 5 kereta berhenti di stasiun UI tapi dirinya tidak bisa naik ke kereta tersebut karena situasinya sangat padat. Widi baru berhasil naik kereta ketika kereta ke 6 berhenti di UI.

"Saya baru bisa naik, pas kereta ke 6 berhenti di UI," ujarnya pagi ini.

Semoga commuter line bisa nyaman di jam pergi kantor. (dra/dra)


Berita Terkait