Hal tersebut telah disampaikan Presiden PKS yang baru Sohibul Iman. Hal ini disampaikan Sohibul tak lama setelah ditetapkan Majelis Syuro sebagai Presiden PKS pengganti Anis Matta.
"Kami partai dakwah, partai kader, di antara prinsip dasarnya adalah bersih, peduli, profesional," kata Sohibul Iman kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jl Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015).
Rupanya tiga kata mutiara itu adalah prinsip dasar yang diatur di AD/ART PKS. Namun karena situasi mendesak PKS di tengah kasus yang melilit Luthfi, mengubah slogan mungkin dianggap Anis matta sebagai solusi.
"Jadi, bersih, peduli, profesional, sudah masuk AD/ART, pasal 2, sudah jadi ciri partai. Jadi tidak akan berubah," imbuhnya.
Kepastian apakah slogan PKS akan dikembalikan ke khitah-nya akan dibahas di arena Munas. Mungkin tak hanya slogan saja, tapi Munas PKS juga bakal jadi ajang regenerasi kepemimpinan PKS di semua lini.
"Pengurus akan diselesaikan dalam waktu dekat namun pengumumannya nanti akan dilakukan di Munas pada bulan Oktober," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid, kepada detikcom, Kamis (13/8/2015).
(tor/van)











































