Pramono Anung Dinilai Tepat Jadi Seskab

Pramono Anung Dinilai Tepat Jadi Seskab

Nur Khafifah - detikNews
Kamis, 13 Agu 2015 09:19 WIB
Pramono Anung Dinilai Tepat Jadi Seskab
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo memilih Pramono Anung untuk menggantikan Andi Widjajanto sebagai Sekretaris Kabinet. Pramono yang merupakan politisi senior PDIP ini dinilai memiliki performa yang mumpuni untuk mendampingi Presiden.

Pria kelahiran Kediri, 11 Juni 1963 ini merintis karir politiknya dari bawah dengan bergabung menjadi anggota PDIP. Tahun 2000 ia berhasil menjabat sebagai Wasekjen PDIP. Kemudian tahun 2005, Pramono naik jabatan menjadi Sekjen.

Selama menjabat sebagai Sekjen, kinerja Pramono terbilang bagus. Ia dapat menggerakkan roda partai hingga ke bawah. Pramono juga menjadi penggerak untuk memastikan semua unsur partai bekerja memenangkan Megawati dalam Pemilu Presiden tahun 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menyelesaikan kuliah S1-nya di ITB jurusan Teknik Pertambangan. Ia kemudian melanjutkan S2-nya di UGM jurusan Magister Manajemen, dan menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Padjajaran sebagai Doktor Ilmu Komunikasi.

Pramono menjabat sebagai wakil ketua DPR RI pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama periode 2009-2014. Meski belum pernah duduk di kursi eksekutif, namun sikap keterbukaan Pramono telah terlatih sejak lama, sehingga diharapkan dapat mendukung

"Sikap keterbukaan Pramono juga sudah terlatih ketika duduk di DPR. Pengalaman organisasi Pramono Anung juga cukup panjang sebagai aktivis Prodem angkatan 80-an yang berpihak pada rakyat," kata Ketua Komisi Informasi Publik (KIP), Abdulhamid Dipopramono, Rabu (12/8/2015).

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto juga optimis dengan kinerja Pramono. Pengalaman Pramono yang pernah menjadi Sekjen PDIP dan Wakil Ketua DPR dianggap merupakan bekal agar kesalahan selama ini tak terulang.

"Adanya SK dan keppres yang salah, mudah-mudahan tidak terjadi lagi karena Pak Pram cukup berpengalaman," ungkap Agus.

Meski begitu, Agus meminta tidak perlu terlalu mengumbar optimisme. Para menteri baru ditantang untuk membuktikan kinerjanya dulu.

"Kerja belum kok sudah optimis? Kita tidak boleh tebak-tebak manggis," ujarnya.

(khf/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads