Penentuan Presiden PKS yang baru itu dilakukan lewat musyawarah Majelis Syuro. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan pertimbangan kepemimpinan Anis tak dilanjut, yakni agar Anis bisa mengkomunikasikan Islam Indonesia yang damai ke lingkungan internasional.
"Kami melihat keahlian Pak Anis Matta penting untuk dikembangkan, demi harapan besar Umat Islam dan demokrasi, memperkenalkan Islam Indonesia yang ramah dan demokratis," kata Hidayat saat dihubungi, Rabu (12/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Anis mempunyai keahlian berbahasa Arab dan Bahasa Inggris. Terbiasa berkomunikasi dengan negara-negara Arab, Turki, atau Inggris. Jaringan ini menjadi 'endorser' tentang kebenaran bahwa Islam Indonesia layak menjadi rujukan," ujar Hidayat.
"Majelis Syuro sudah melakukan evaluasi sebelumnya, tidak ada yang negatif. Kalaupun ada target yang tidak terpenuhi, misalnya pencapaian pada Pileg (Pemilu Legislatif 2014) kemarin, itu karena target yang kita canangkan dibuat sebelum kasus Pak Luthfi Hasan Ishaaq (terdakwa kasus korupsi)," tutur Hidayat.
Disebutkannya, Anis Matta sendiri telah menerima keputusan itu. Begitu pula para kader PKS anggota Majelis Syuro dari semua daerah, mereka patuh terhadap terpilihnya Presiden PKS Sohibul Iman, berikut Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. (dnu/tor)











































