"Ini hak prerogatif presiden. Baik itu yang direposisi atau baik itu yang barangkali ditinggalkan. Kita juga tak masalah jika jatah dikurangi apa masalahnya bagi NasDem," ujar Paloh setelah pelantikan di Istana Negara, Rabu (12/8/2015).
Menurut Paloh, pergantian menteri bukanlah masalah jatah. Pergantian ini tentang bagaimana yang berkepentingan ada output kinerja untuk bisa bekerja lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paloh mengutarakan, pergantian menteri ini sudah dibicarakan dengan partai pendukung. Paloh juga menanggapi cepatnya pergantian dikarenakan keadaan yang sudah mendesak.
"Mungkin dianggap mendesak dan kita pahami itu. Karena kalau memang kepuasan masyarakat belum berada pada tingkat yang diharapkan apa salahnya," terang Paloh.
Paloh juga mengaku sudah berbicara dengan Tedjo Edy terkait pergantian menteri ini. Dirinya pun yakin Tedjo akan bisa memberikan pengabdian ditempat lain dengan baik.
"Pak Tedjo barangkali sebagai sahabat sebagai pekerja yang ulet memahami dia bisa berada dan memberikan pengabdian di mana saja tak harus menjadi anggota kabinet kerja. Saya yakin," tutup Paloh. (spt/van)










































