Operasi bola mata palsu Azmi, warga Kampung Jembatan nomor 29, RT 03/17, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, di RSCM tertahan masalah pembiayaan. BPJS Kesehatan tidak dapat menanggung operasi penggantian bola mata palsu Azmi karena dianggap sebagai bagian dari estetika.
"Jadi sebenarnya, bukan karena bola matanya. Tetapi, kedudukan bola matanya nggak pas, makanya sering jatuh. Kalau soal itu, staf saya sudah ngurusin. Saya minta staf saya untuk urus terkait administrasinya," ujarnya usai menghadiri acara Halaqah Ulama Ibukota Jakarta di Jakarta Islamic Centre Convention Hall, Koja, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau administrasi BPJS tuh susah. (Makanya) Saya yang bayarin untuk keperluan biaya operasinya di RSCM. Pokoknya harus diperbaiki. Daripada nunggu peraturan, kan kelamaan. Lagipula bukan salah BPJS-nya kok. BPJS tuh menggunakan sistem case mix," lanjutnya.
Ahok menambahkan, penyebab lamanya pengobatan mata Azmi dikarenakan peraturan BPJS yang menggunakan sistem case mix (campur). Sistem itu yakni menghitung biaya satuan per diagnosis penyakit. Bukan menghitung biaya per satuan jenis pelayanan medis maupun non-medis.
"Itu campur (case mix) kasus sama dikumpulin, dicampur sampai ribuan, lalu dilihat dulu. Penyakit ini bisa (sembuh) berapa lama. Misalnya, penyakit tifus itu dibutuhkan lima hari baru sembuh, ya BPJS hanya bisa menanggung selama itu. Kalau lebih ya tanggung sendiri," papar dia.
"Kalau langka penyakitnya dan begitu keluar kasusnya BPJS ada tarif nggak? Ya nggak ada. Jadi dikumpulin dulu dari kasus-kasusnya, kalau sudah banyak baru tarifnya keluar. Tapi kalau alasan kasusnya kayak gitu, kami saja yang bayar,"Β kata Ahok.
Sebelumnya, orangtua Azmi, Ahmad Yusuf membuat surat terbuka ke Ahok untuk meminta bantuan biaya pengobatan anaknya dan tersebar di media sosial. Hal ini karena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak dapat menanggung operasi penggantian bola mata palsu Azmi karena alasan estetika.
Biaya operasi penggantian bola mata palsu Azmi mencapai Rp 30 juta. Azmi dianjurkan mengganti bola mata palsunya setiap enam tahun sekali. Dia kehilangan bola mata kirinya sejak 8 tahun lalu, lantaran terkena kayu anak panah saat bermain dengan teman-temannya. Karena mengalami infeksi parah, dokter mengangkat bola mata bocah tersebut, sehingga Azmi menggunakan bola mata palsu.
(nwy/nrl)










































