Lima menteri yang diberhentikan dengan hormat oleh Presiden Jokowi adalah Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. Bersamaan dengan itu, Jokowi juga memberhentikan dengan hormat Seskab Andi Widjajanto.
Jokowi pun langsung melantik lima menteri dan Seskab yang baru. Enam orang itu adalah Seskab Pramono Anung, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menko Maritim Rizal Ramli dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak hanya Andi yang didorong direshuffle, saat itu sampai muncul istilah 'Trio Macan' yang kemudian oleh Luhut Pandjaitan dipelesetkan menjadi 'Trio Singa'. Isinya tiga orang menteri yang dianggap membahayakan dan didorong direshuffle, selain Luhut dan Andi, ada seorang lagi yakni Menteri BUMN Rini Soemarno.
Nyatanya Trio Singa begitu digdaya, isu reshuffle terus digulirkan namun tak juga tumbang. Sampai kemudian pada siang hari ini Jokowi resmi mengumumkan reshuffle kabinet. Andi Widjajanto diganti Pramono Anung yang juga tangan kanan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, sementara Luhut justru dapat jabatan strategis sebagai Menko Polhukam, Rini Soemarno pun tetap bertahan di posisinya. Sementara Andi Widjajanto kabarnya juga bakal tetap dapat posisi strategis menjadi Wamenhan, namun pelantikannya akan dilakukan dalam kesempatan lain.
Ya paling tidak upaya sejumlah elite PDIP menurunkan 'Trio Singa' ada hasilnya, Andi Widjajanto lengser, namun sekarang ini masih ada 'Duo Singa' yang tersisa. Apakah setelah kepergian Andi dari ring 1 Jokowi di Kabinet Kerja sejumlah elite PDIP akan meneruskan perjuangan menggoyang 'Duo Singa'?
(van/nrl)











































