Harta 12 Eks Menteri Mega Naik, Laks Tambah Rp 16 M
Kamis, 24 Feb 2005 17:15 WIB
Jakarta - Kekayaan 12 mantan menteri Gotong Royong Era Megawati Soekarnoputri mengalami kenaikan, salah satunya harta mantan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi yang naik hingga Rp 16 miliar.Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sjahruddin Rosul di kantor KPK, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (24/2/2009).KPK mengumumkan daftar kekayaan 12 mantan menteri kabinet Gotong Royong dan satu menteri Indonesia bersatu. Turut hadir, Kepala Beppenas Sri Mulyani dan tiga mantan menteri Gotong Royong yaitu mantan Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika, mantan Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Faisal Tamin. "Pada 2001, jumlah kekayaan saya sebesar Rp 1. 352.488.066 dan pada tahun 2004 total harta kekayaan saya Rp 2.395.484.251 dan US$ 7.650," kata Mantan Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika.Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar mengatakan total harta kekayaan pada tahun 2001 Rp 3.706.346.048 dan US$ 2.952. Pada tahun 2004 total harta kekayaan meningkat menjadi Rp 5.308.214.589 dan US$ 4.056.Mantan Menneg PAN Faisal Tamin, laporan kekayaan pada 2001 Rp 8.238.502.420 dan US$ 25 ribu. Pada 2004 total harta kekayaan menjadi Rp 8.543.241.500 dan US$ 51.363.Mantan Menteri Kesehatan Ahmad Sujudi total harta kekayaan 2001 Rp 1,5 miliar. Tahun 2004 sebesar Rp 2,5 miliar.Ali Marwan Hanan, mantan Menteri Koperasi dan UKM total kekayaan Rp 1,7 miliar dan US$ 106.000. Total kekayaan tahun 2004 Rp 4,4 miliard an US$ 298.000. Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih total harta kekayaan Rp 1,4 miliar US$ 159.000 dan tahun 2004 meningkat menjadi Rp 2,7 miliar dan US$ 215.000.Selanjutnya, mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno total harta kekayaan Rp 1,3 miliar dan US$ 10.000 dan laporan tahun 2004 Rp 6,4 miliar dan US$ 45.000.Mantan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie total harta kekayaan Rp 7,8 miliar dan laporan tahun 2004 setelah dipotong utang sebesar Rp 2,4 miliar menjadi sebesar 12 miliar.Kenaikan kekayaan yang paling mencolok dialami Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi yang pada 2001 total kekayaan hanya Rp 26,1 miliar. Namun laporan tahun 2004 setelah dipotong utang sebesar Rp 147 juta meningkat menjadi Rp 42,4 miliar. Kenaikan diperkirakan sekitar Rp 16 miliar.Mantan Menteri Kehutangan Muhammad Prakosa, Rp 753 juta dan tahun 2004 total harta kekayaan Rp 1,1 miliar.Hal berbeda dialami mantan Menteri Memperidag Rini MS Suwandi justru hartanya mengalami penurunan. Pada 2001, total harta Rp 73,9 miliar dan US$ 351.000. Laporan tahun 2004 total harta kekayaan Rp 114 miliar setelah dipotong utang sebesar Rp 66,1 miliar dan US$ 1,4 juta menjadi Rp 48,072 miliar dan hutang US$ 1,2 juta. Mantan Menteri Permukiman dan Prasana Wilayah Soenarno total kekayaan 2001 Rp 1,7 miliar dan US$ 48 ribu. Total 2004 setelah dipotong utang Rp 1,4 miliar total harta kekayaan menjadi Rp 4.4 miliar dan US $ 78 ribu.Sri MulyaniHarta kekayaan Kepala Bappenas Sri Mulyani senilai Rp 2,1 miliar dan US$ 234.844.Rinciannya, harta tidak bergerak Rp 1,2 miliar berupa rumah dan tanah. Harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp 50 juta dan harta lainnya Rp 257 juta. Surat berharga sebesar Rp 49 juta. Giro dan setara kas lainnya Rp 491 juta dan US$ 234.844."Harta bergerak berupa mobil Kijang tahun 1997. Saya antar anak-anak sekolah naik mobil pinjaman," kata Sri Mulyani.
(aan/)











































