"Kalau itu sih, mengenai reshuffle itu kan sudah lama diwacanakan publik. Kalau beliau (Presiden) kan belum pernah mewacanakan. Ya sekarang mungkin beliau merasa sudah lihat ekonomi global begini mungkin perlu memperkuat teamworknya dia. Mungkin saya nggak tahu juga. Tentu ada pertimbangan," kata Kepala Staf Presiden Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2015).
Luhut menuturkan Presiden Jokowi ingin membangun teamwork yang lebih mantap. Apalagi menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi apakah tim yang baru nanti dipandang lebih bagus dalam mengadapi ekonomi global?
"Ya mungkin perhitungan Presiden begitu, tapi saya nggak tahu juga. Tapi kira-kira, kalau saya pada posisi beliau, melihat kondisinya seperti itu," jelasnya.
Sayang Luhut enggan memberitahu jumlah menteri yang bakal direshuffle. "Saya nggak tahu. Kalau itu kamu sudah sampai ke materinya," katanya.
"Saya kalau komunikasi ya setiap saat. Nggak elok kalaupun saya tahu, kemudian saya memberitahukan kalian. Beliau belum mengumumkan. Etikanya nggak baik," pungkasnya.
(jor/van)
